Wawalkot Bandung Ajak Sikap Kepahlawanan Terus Diteladani

Bandung, jurnalsumatra.com – Wakil Wali Kota Bandung, Oded M. Danial mengajak  masyarakat terutama generasi muda agar sikap-sikap kepahlawanan yang tunjukan para pejuang dapat terus diteladani dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Sesungguhnya Indonesia dengan khazanah yang luar biasa, beragam ssuku bangsa, agama, yang sangat majemuk ini. Saya berharap dengan semangat kepahlawanan bisa membangun sebuah kesatuan yang menjadikan Indonesia kuat,” ujar Oded saat memimpin upacara peringatan hari pahlawan di Balai Kota Bandung, Jumat.
Dalam upacara peringatan itu, turut hadir keluarga-keluarga dari pahlawan nasional seperti keluarga besar R. Otto Iskandardinata, Abdul Moeis, dan Dewi Sartika. Ketiga Pahlawan Nasional tersebut memiliki keterikatan dengan Kota Bandung.
Otto Iskandardinata, yang dijuluki Si Jalak Harupat adalah putra Sunda yang pada masa penjajahan Jepang menjadi pemimpin Surat Kabar Tjahaja (1942-1945). Ia juga menjadi bagian dari BPUPKI dan PPKI, serta berperan besar dalam usaha kemerdekaan Indonesia
Setelah masa kemerdekaan, Otto menjabat sebagai Menteri Negara pada kabinet pertama Republik Indonesia. Ia diangkat sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 6 November 1973. Namanya diabadikan menjadi nama jalan di kota-kota besar di Indonesia.
Kemudian Abdul Moeis, meskipun lahir di Agam, Sumatera Barat, ia merupakan tokoh nasional dalam bidang kesusastraan yang banyak berkarya di Bandung. Ia juga banyak membela Indonesia pada masa penjajahan Belanda.

Abdul Moeis meninggal di Bandung dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Cikutra. Hingga kini, keluarga besarnya masih tinggal di Sukajadi, Kota Bandung
Demikian juga dengan Dewi Sartika yang menjadi wanita pertama pelopor pendidikan bagi kaum wanita. Ia mendirikan Sekolah Kautamaan Istri di Kota Bandung. Pada tanggal 1 Desember 1966 namanya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional.
Oded berharap dengan peringatan hari pahlawan ini, generasi muda tetap mengingat dan meneladani jasa-jasa para pahlawan. Sebab, tidak ada hari ini tanpa perjuangan mereka di masa lalu.
“Semangat kepahlawanan tadi bisa membangun sebuah kesatuan sehingga kalau Indonesia kuat, kata Bung Karno, bisa menghadapi tantangan dan bersaing dengan negara lain,” katanya.
Bagi Oded, hal nyata yang dapat dilakukan oleh masyarakat terutama generasi muda untuk mengisi kemerdekaan adalah berkarya dan berinovasi.
Di sisi lain, pemerintah juga terus berupaya berbuat yang terbaik bagi warganya. Menurut dia, seorang pejabat publik harus berbuat berdasarkan nalar sehat dan nurani yang bersih.
“Kita harus terus melakukan pembangunan yang kreatif dan inovatif. Jika tidak, kita bisa tertinggal,” katanya.(anjas)

Leave a Reply