WI-Harakatuna Gagas Masjid Sebagai Pelopor Perdamaian Poso

Palu, jurnalsumatra.com – Wisdom Institute (WI)  Sulawesi Tengah menggagas gerakan untuk merevitalisasi atau mereposisi fungsi masjid sebagai pelopor perdamaian di Kabupaten Poso.
“Masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah semata, tetapi berfungsi sebagai pusat pembangunan peradaban,” ucap Direktur Eksekutif Wisdom Institute Sulawesi Tengah  Lukman S Thahir, terkait upaya pembinaan ta’mir masjid se-Kabupaten Poso, di Palu, Jumat.
Upaya pembinaan ta’mir untuk mereposisi gerakan dan fungsi masjid di Kabupaten Poso dilakukan lewat pelatihan managemen masjid dengan tema “Dari Masjid Kita Membangun Peradaban Santun dan Damai”.
Kegiatan yang melibatkan 25 ta’mir dari 25 masjid ini  diprakarsai  oleh Wisdom Institute kerja sama dengan Harakatuna, di salah satu hotel di Palu, Jumat.
“Harakatuna meminta kepada kami untuk melakukan pembinaan fungsi masjid yang tidak semata-mata hanya sebagai tempat ibadah,” kata Lukman Thahir.

Kata Lukman Thahir, sejauh ini masjid hanya difungsikan sebagai tempat ibadah semata. Padahal di masa Nabi Muhammad SAW selain sebagai tempat ibadah, masjid berfungsi sebagai pusat pendidikan, sebagai central komunikasi antarsesama manusia dan antaragama serta sebagai pusat pemberdayaan masyarakat.
“Nah, peran dan fungsi masjid tersebut di masa nabi, saat ini tidak ada lagi. Karena itu kita ingin kembali fungsi masjid,” sebut mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Alkhairaat itu.
Menurut dia, umumnya di Sulawesi Tengah termasuk di Kabupaten Poso masjid hanya difungsikan sebagai tempat ibadah semata karena itu perlu ada perubahan atau revitalisasi pola pikir terhadap peran dan fungsi masjid.
“Masjid itu memiliki fungsi sosial. Dan fungsi sosial yang paling besar adalah sebagai pusat peradaban,” kata Lukman.
Karena itu, ia mengemukakan, ta’mir akan dilatih untuk memainkan peran dan fungsi sosial masjid dalam kehidupan sosial keagamaan.
Harakatuna merupakan salah satu lembaga yang bergerak di bidang pembinaan ta’mir masjid di Indonesia. Lembaga ini memilih Wisdom Institute karena memiliki visi dan peran yang sama.
Wisdom Institute berperan untuk pemberdayaan masyarakat. WI telah memainkan peran pemberdayaannya selama dua tahun di Sulteng, salah satunya yaitu pemberdayaan pengurus masjid.(anjas)

Leave a Reply