Workshop Peliputan Pasca Pemilihan Legislatif dan Pilpres

Padang, jurnalsumatra.com – Padang (8/8/2019) Dewan Pers mengadakan Workshop tentang peliputan pasca pelpre dn legislatif di Pangeran Beack Hotel. Dengan diikuti sebanyak 75 orang penuis (wartawan) mulai dari pimpinan redaksi, ketua organisasi wartawan dan kepala / biro perwakilan yang ada di sumatera barat.

Tiga orang nara sumber diantaranya Emeraldy Catra M.lkom dari Universitas Andalas mengatakan, pers di daerah bisa menjadi pagar besi demokrasi mempertahankan sikap independen. Pers memagari demokrasi dengan tulisan, apakah berbentuk berita, feature, atau opini. Pers yang independen tidak ragu menyampaikan kritik terhadap berbagai bentuk penyelewengan atau kebijakan elite penguasa yang tidak mementingkan masyarakat. Dan media lokal di daerah harus independensi.

Agung Dharmajaya anggota dewwn pers jabatan ketua komisi hukum dan perundang-undangan sebagai nara sumber kedua mengatakan, Tugas media adalah menjaga kedamaian, mengingatkan janji kampanye, sebagai wadah informasi dan kontrol sosial serta ikut memperjuangkan penegakakn keadilan dan kebenaran. 

Dewan pers sudah ada MOU dengan Mabes Polri mengenai kalau ada pengaduan ke polisi tentang berita yang dibuat wartawan. Dan polisi harus melimpahkan ke dewan pers kalau beeita tersebut ada konfirmasinya atau jelas nara sumbernya. 

Disamping itu Agung juga memaparkan kalau seandainya berita yang ditulis oleh wartawan dan di copy dan dipindahkan ke media sosial seperti facebook dan instagram. Hal demikian dibolehkan kalau berita tersebut ada di konfirmasi dan sesuai dengan undang-undang dan kode etik wartawan. Tetapi kalau tidak ada sama sekali maka wartwan tersebut akan dikenakan dengan undang-undang ITE.(jks)