YLKI: Antisipasi Masuknya Alat Pertanian Ilegal

    Medan, jurnalsumatra.com – Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Sumatera Utara meminta kepada pemerintah agar mengantisipasi masuknya alat-alat pertanian dan perkebunan impor yang diduga ilegal karena akan merugikan produk Indonesia.
Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Sumut Abubakar Siddik di Medan, Sabtu, mengatakan, alat pertanian tersebut berupa cangkul, engrek, dodos, dan perlengkapan perkebunan lainnya.
Menurut dia, barang impor alat pertanian dan perkebunan (Alsintan) yang diseludupkan itu diduga berasal dari Malaysia dan Tiongkok.
Harga produk alsintan dari negara asing itu, dijual lebih murah dari alat pertanian Indonesia.
Ia menyebutkan, masuknya barang ilegal tersebut, diduga melalui pelabuhan-pelabuhan tikus yang ada di Sumatera Utara yakni Belawan, di Tanjung Balai, Asahan, Labuhan Batu, Batubara dan beberapa daerah lainnya.
Penyeludupan barang-barang dari luar negeri itu tidak boleh dibiarkan dan harus secepatnya dihentikan oleh aparat penegak hukum.
“Sebab, aksi penyeludupan tersebut, tidak hanya menghancurkan produk dalam negeri, tetapi juga merugikan negara karena tidak membayar bea dan pajak,” ucapnya.
Abubakar mengatakan, beredarnya barang “gelap” tersebut dikhawatirkan dapat menghancurkan perekonomian Indonesia.
Selain itu, juga hilangnya kepercayaan masyarakat mau pun konsumen menggunakan produk yang dihasilkan dari Indonesia.
“Petugas Bea dan Cukai bekerja sama dengan Polri, TNI AL dan instansi terkait lainnya harus melakukan razia, serta penertiban terhadap barang ilegal tersebut,” kata Ketua YLKI Sumut itu.(anjas)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

five × five =