YLKI Minta Penegak Hukum Serius Berantas Miras

Lahat, Sumsel, jurnalsumatra.com – Lantaran dinilai merusak kesehatan, serta moral minuman keras (Miras) membuat Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya, angkat bicara dan mengecam keras pihak terkait agar benar benar serta tidak setengah setengah menindak serta memberantas peredaran Miras yang masih banyak dijual diwarung warung pinggil jalan di Bumi Seganti Setungguan ini.

Minggu (15/4/2018), kemarin, Ketua Yayasan Lembaga Konsumen (YLKI) Lahat Raya, Sanderson Syafe’i ST. SH menyampaikan secara lantang, dan memintak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lahat bersama Tim Terpadu segera menertibkan minuman keras (Miras) Oplosan yang banyak beredar di masyarakat saat ini.

“Jelas sangat bahaya bagi kesehatan. Oleh sebab itu, kita mintak agar pihak terkait tidak setengah setengah dalam memberantas peredaran Miras Oplosan itu. Sebab, diduga kuat tidak memiliki izin dari Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), dan apabila diabaikan akan mengancam kesehatan khususnya anak anak muda selaku Generasi penerus Bangsa,” ujar Sanderson.

Kian maraknya peredaran Miras tersebut, dikarenakan kurangnya pengawasan rutin dan permintaan banyak serta lemahnya penegakan hukum, sehingga miras yang mengancam kehidupan itu, terus beredar ditengah tengah masyarakat. Disisi lain dijelaskan Sanderson, besarnya permintaan Miras oleh antic antic pengusahan minuman haram tersebut.

“Semua ini tidak lepas, dari besarnya permintakan antic antic minuman haram ini. Serta, sebagian masyarakat dengan sengaja membuat miras Oplosan atau diolah sendiri. Namun, akhirnya tidak sedikit pula warga masyarakat yang menjadi korban atau meninggal sia-sia, akibat mengonsumsi miras campuran itu,” tambahnya lagi.

Lamban ditindak lanjuti, kata Sanderson, akan mengancam kehidupan para generasi muda selaku penerus bangsa. Oleh sebab itu, Pemerintah perlu menyelamatkan penduduk dari kematian, akibat dari dampak ketergantungan miras oplosan yang sangat berbahaya bagi kesehatan. Peredaran miras itu, sudah merambah ke-generasi muda, para pelajar, dan mahasiswa juga banyak yang sudah terpengaruh dan mabuk-mabukan setelah meminum miras, serta kebiasaan jelek ini harus secepatnya dihentikan.

“Ini tanggungjawab kita bersama. Karena generasi muda merupakan calon-calon pemimpin bangsa kedepan harus secepatnya minuman perusak kesehatan ini harus diberantas dan jangan setengah setengah, karena tidak sesuai dengan budaya ketimuran,” pesan Sanderson. (Din)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

eighteen − twelve =