YLKI Minta Penyidik Dapat Mengusut Tuntas


Lahat , jurnalsumatra.com – Kasus dugaan keracunan massal yang dialami oleh pegawai Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat. Usai mengkonsumsi makanan berupa Takjil dan Kolak Buka Puasa pada Sabtu (11/5/2019).

Terkait kasus tersebut, membuat Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Lahat Raya Sanderson Syafe’i, ST. SH nendesak pihak penyidik agar dapat mengusut kasus ini sampai tuntas. 

“Kasus dugaan keracunan massal ini dialami para pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat, segera diungkap penyebabnya,” pintak Sanderson.

Ia menjelaskan, akibat dari kejadian itu menyebabkan sebanyak 46 orang para pegawai RSUD terutama pegawai Cleaning Service RSUD Lahat mengalami sakit perut, pusing, dan muntah muntah setelah menyantap makanan Takjil dan kolak buka puasa.

“Setidaknya dugaan keracunan tersebut setelah makan Takjil dan kolak yang diberikan kepada 113 pegawai yang ada. Oleh sebab itu, kami mintak aparat penyidik dapat mengusutnya hingga tuntas. Dan, kasus ini tidak bisa dibiarkan begitu saja, karena telah merugikan masyarakat dan membuat pasien takut makan makanan yang disediakan oleh pihak RSUD Lahat,” tambahnya.

YLKI Raya Lahat memintak makanan yang dikonsumsi perlu diteliti Tim Kesehatan, karena dampaknya jelas. Mengakibatkan korban mencapai 46 orang. Rata rata mereka mengalami  Diare, Pusing, Mual dan akhirnya muntah-muntah.

“Untuk pembuktian diharapakan pihak Kepolisian bersama Balai Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Lahat proaktif dalam bekerja. Guna menangani dan mengungkap kasus ini hingga benar benar jelas dan tuntas,” pungkasnya.

Diharapkan kata Sanderson, Aparat Kepolisian harus serius turun tangan menangani masalah panganan yang mengandung zat berbahaya atau kurang higienis sebab ketentuan itu diatur dalam Undang-Undang Pangan No. 7/1996 dan Perlindungan Konsumen No. 8/1999.

“Intinya, dan seharusnya antara BPOM / Dinkes, pemda, juga kepolisian bersinergi,” apalagi hal ini terjadi di RSUD Lahat, keracunan massal tidak boleh dibiarkan, harus diproses sesuai hukum yang berlaku. Agar peristiwa dugaan keracunan massal ini tidak terulang lagi kedepannya. Pemkab Lahat juga harus memperketat pengawasan makanan,” himbau Sanderson lagi.

Langkah pengusutan kasus dugaan keracunan sampai ditemukan kejelasannya bertujuan diungkapkan Sanderson, untuk memberikan rasa aman bagi pasien yang sedang dirawat untuk mengkonsumsi makanan di RSUD Lahat.

“Pembagian ratusan Takjil kepada para pegawai dan Cleaning Service RSUD Lahat ini merupakan Proyek Pengadaan Menu Puasa RSUD Lahat pada Jum’at (10/5/2019),” kata Sanderson.

Sementara, Dirut Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lahat dr.Hj.Laila Cholik.MKes dibincang pembagian untuk Takjil tersebut dilakukan selama Bulan Puasa.

“Saat ini petugas sedang melakukan investigasi apa penyebabnya sampai bisa terjadi muntaber dikalangan pegawai dan claning servis di RSUD Lahat,” ujarnya.

Dikatakan Dirut, atas kasus ini makanan dan minuman yang menyebabkan terjadinya muntaber puluhan pegawai RSUD Lahat sedang dilakukan pemeriksaan kelaboraturium.

“Karena, yang dikonsumsi tersebut bukan hanya satu macam makanan. Yang terpenting saat ini semua korban sudah kita tangani dan atasi dengan baik,” kilah Dirut RSUD Lahat.

Yang mengerjakan menu bulan puasa ada dua rekan, diungkapkannya, siapapun orangnya asal dilaksanakan dengan sesuai aturan tidak menjadi masalah. “Buktinya selama dua tahun belakang ini tidak ada masalah yang memakan korban sebanyak 46 orang dari 113 orang. Saat ini Allah SWT memberikan cobaan yang jelas akan kita Follow Up dengan cepat,” pungkas Dirut RSUD Lahat. (Din)