Zulkifli Dilaporkan Atas Kasus Penculikan Anak

Muba, jurnalsumatra.com – Zulkifli Alfujari (26) warga Dusun IV, Desa Sukamaju, Kecamatan Plakat Tinggi, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) akhirnya diamankan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Musi Banyuasin. 

Zulkifli dilaporkan atas kasus penculikan terhadap TY (12) yang masih bersatus pelajar dengan modus mengajak korban untuk hijrah mendalami ilmu agama ke daerah Magetan Jawa Timur. 

Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, SIK menjelaskan bahwa. Zulkifli diamankan berdasarkan laporan Imam Ayatulah yang merupakan orang tua kandung dari korban TY. Tersangka dilaporkan orang tua korban atas kasus penculikan terhadap anaknya.


“Peristiwa penculikan tersebut terjadi pada, Selasa (11/02/2020) . Dimana tersangka membujuk korban TY bersama keluarganya yang berjumlah 11 orang. Untuk ikut pergi menjalani kegiatan keagamaan ke wilayah Kabupaten Magetan, Provinsi Jawa Timur, ” Ujar Yudhi Surya Markus Pinem, saat menggelar prees rilis di Mapolres Muba, Rabu (26/02/2020).


       Dilanjutkannya, dengan bujuk rayu tersangka ini. Akhirnya korban beserta keluarganya mau ikut pergi. Tersangka pun berangkat membawa korban beserta keluarganya dari kediamannya sendiri sekitar pukul 19.00 wib, dengan menggunakan mobil toyota avanza No Pol BG 1741 JY untuk menuju wilayah Kabupaten Magetan.

 Akhirnya pada tanggal (22/02/2020) sekitar pukul 05.00 wib. Tersangka dapat diamankan berkat bantuan Sat Reskrim Polres Magetan. Selang satu hari pada tanggal (23/02/2020) pukul 07.00 wib. Tersangka maupun korban beserta keluarganya berjumlah 11 orang itu. Kemudian di jemput Unit PPA Polres Muba dan langsung diserahkan pihak kepolisian Polres Magetan.

         “Modus tersangka mengajak korban yang tak lain keponakannya sendiri untuk hijrah mendalami ilmu agama. Sebab dirinya pernah belajar ilmu agama disitu. Saat ini tersangka sudah kita amankan di Mapolres Muba. Untuk barang bukti (BB) yang dipergunakan tersangka berupa mobil Avanza. Saat ini kita titip di Mapolres Magetan.


“Tersangka akan kita jerat pasal 83 JO pasal 76 F UU No 35 tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak.  Atau pasal 328 KUHPidana atau pasal 330 KUHPipadana. Dengan ancaman paling singkat 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara, “Tegas Kapolres. (Rafik elyas)