Selebriti Cafe Mansion Herman Deru DPRD


Catatan Tercecer HPN Ambon

0

Oleh : Drs Lubis Rahman Penulis Wakil Ketua II PWI Banyuasin, Wartawan Jurnal Sumatra.

Peringatan HPN Ambon, Maluku 6-10 Feberuari 2017 sudah  usai, banyak catatan yang terekam dimemori. Sulit untuk menuangkannyanya dalam kata- kata, makanya penulis memberinya judul catatan tercecer HPN Ambon,  Muluku. Intinya banyak catatan indah dari tidaknya. Buat penulis keramahan orang Ambon, Maluku patut mendapat ponten (nilai) Seratus.

Catatan tercecernya, bagi insan pers dan perusahaan pers yang sempat gusar dan membuat jantung sempat berdenyut kencang, dan menaikkan tensi darah, karena beredar pernyataan dewan pers hanya  74 perusahaan pers yang boleh bekerjasama dengan SKPD, ternyata itu tidak benar alias hoak. Hal itu dikatakan Ketua Dewan Pers melalui Satgas Anti Kekerasan Dewan Pers, Kamsul Hasan, perusahaan pers yang belum diverifikasi boleh menjalin kerjasama dengan pemerintah atau instansi lainnya. Dan tidak ada alasan menolak perusahaan pers tersebut,  karena mereka masih dalam proses verifikasi,mengingat proses verifikasi terus berlangsung dan tidak terbatas.

“Dewan Pers menegaskan,   perusahaan pers yang belum diverifikasi boleh menjalin kerjasama dengan pemerintah atau instansi lainnya. Tidak ada alasan menolak perusahaan pers tersebut,  karena mereka masih dalam proses verifikasi,mengingat proses verifikasi terus berlangsung dan tidak terbatas,” katanya.

Dia juga menyebutkan, verifikasi faktual Dewan Pers untuk sertifikasi barcode media itu tetap akan berjalan.

Tetapi kemarin, ada kesalahpahaman, seakan-akan hanya 74 media itulah yang sudah dibarcode dan boleh melakukan kegiatan jurnalistik termasuk boleh melakukan kontrak-kontrak dengan SKPD.

“Ini sebenarnya kemarin yang beredar adalah undangan kepada 74 pimpinan perusahaan pers untuk hadir di Ambon ini, untuk mendengar pengumuman dan menerima sertifikasi itu,”kata Kamsul saat dibincangi  diselah-selah acara Konvensi Nasional Media Massa dengan tema Demokrasi Digital,Nilai Kewargaan dan Ketahanan Pangan HPN 2017 di gedung Sewalima Kota Ambon Provinsi Maluku,Rabu (9/2/2017).

Tetapi didalam undangan yang dibuat, terangnya  dewan pers tersebut tegas Kamsul diedit terjadilah hoax, itu seakan-akan bahwa 74 itu yang diserahkan ke Presiden dan 74 inilah yang boleh bekerjasama sehingga sejumlah humas dan SKPD di daerah batalkan kontrak dan trasaksi.

” Ini salah, Jadi 74 perusahaan pers ini baru selesai dan yang lain belum diverifikasi dan akan menyusul terus menerus diverifikasi sampai batas waktunya nanti baru dinyatakan, mana yang lolos dan mana yang tidak lolos, yang tidak lolos tidak bisa lanjutkan kontrak tetapi yan belum terverifikasi masih bisa melakukan kerjasama,”tegas Kamsul yang juga menjabat Ketua Komisi kopetensi PWI Pusat.

Yang membuat cool dan lega insan jurnalis dan pemilik perusahaan pers setelah ada pernyataan dewan pers secara resmi 7 Feberuari 2017.

 SIARAN PERS Penjelasan Dewan Pers tentang Hoax dan Perkembangan Verifikasi Perusahaan Pers

Selasa, 07 Februari 201

  1. Sejak Sabtu malam 4 Februari 2019 telah beredar rilis yang mengatas-namakan Dewan Pers dan menyebutkan hanya ada 74 media yang lolos verifikasi Dewan Pers. Rilis tersebut juga menyebutkan hanya media-media itulah yang boleh dilayani jika meliput di lembaga pemerintah, termasuk TNI dan Polri. Rilis juga menyebutkan bahwa hasil verifikasi akan diserahkan kepada pemerintah untuk dibuatkan instruksi untuk pelaksanaan peliputan. Terkait dengan hal tersebut, Dewan Pers menyatakan bahwa rilis tersebut palsu alias HOAX yang kemungkinan besar ditujukan untuk menimbulkan kegaduhan di kalangan media dan wartawan.
  2. Verifikasi Perusahaan Pers yang dilaksanakan Dewan Pers, merupakan bagian dari proses pendataan perusahaan pers sebagaimana diamanatkan Pasal 15 ayat (2) g, UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers. Verifikasi dilakukan dengan mengacu pada 4 Peraturan Dewan Pers yang telah diratifikasi oleh sebagian besar pemilik dan pimpinan perusahaan pers dalam Piagam Palembang, 9 Februari 2010. Keempat peraturan tersebut masing-masing adalah Kode Etik Jurnalistik, Standar Perusahaan Pers, Standar Kompetensi Wartawan dan Standar Perlindungan Profesi Wartawan.
  3. Pada tahap awal, verifikasi diprioritaskan pada media-media yang telah menandatangani dan mendeklarasikan Piagam Palembang pada tahun 2010. Hingga hari Senin, 6 Februari 2017 pukul 16.00 sudah ada 77 perusahaan pers yang telah diverifikasi. Jumlah ini akan terus berkembang karena proses verifikasi akan terus berlangsung dan tidak hanya berhenti menjelang Perayaan Hari Pers Nasional HPN 2017.
  4. Mengingat proses verifikasi terus berjalan dan jumlah media terus bertambah, maka pada saat “kick off” HPN di Ambon 9 Februari 2017 mendatang, Dewan Pers belum akan membacakan nama-nama media yang sudah terverifikasi.
  5. Perusahaan Pers yang sudah diverifikasi Dewan Pers akan diberikan sertifikat, dan nantinya akan diberi logo dengan “QR code” untuk media cetak dan online, serta “bumper in dan out” untuk media penyiaran radio dan televisi sebagai penanda sudah terverifikasi. Teknis penerapan logo dan bumper akan ditetapkan kemudian.
  6. Perusahaan Pers yang profesional  dan menghasilkan produk jurnalistik yang  profesional akan   menjadi penegak Pilar Demokrasi dan menjunjung tinggi kemerdekaan pers. Media-media baru yang sedang dalam  tahap rintisan (start up) silakan terus terbit sampai siap untuk mendaftar dan diverifikasi Dewan Pers.
  1. Bagi perusahaan-perusahaan pers yang belum diverifikasi oleh Dewan Pers diharapkan secara proaktif mendaftar ke Dewan Pers untuk dapat segera diverifikasi. Proses pendaftaran bisa dilakukan online dan korespondensi dengan sekretariat Dewan Pers di alamat e-mail [email protected] atau langsung datang ke Gedung Dewan Pers lantai 8, Jl. Kebon Sirih No 32-34 Jakarta Pusat. Formulir registrasi bisa diunduh di situs www.dewanpers.or.id.

Jakarta,  7  Februari 2017.

Pelaksanaan HPN Ambon sukses, karena pada hari puncaknya 9 Februari 2017 dihadiri Presiden RI Joko Widodo.Catatan tercecernya, masih ada  para jurnalis yang tidak bisa masuk pada acara puncak itu, karena  tidak mendapatkan ID Card, padahal ini hari ulang tahun wadah yang menaungi mereka sebagai wartawan,jurnalis, kuli tinta, kuli disket, tidak bisa masuk ke acara puncak itu. Rasanya mustahil mereka sudah diundang dan datang jauh- jauh dari Provinsi,  kabupaten/ kota se Indonesia tidak bisa masuk yang semestinya tidak perlu terjadi.

Seperti yang diberitakan.” Saya dan teman- teman dari Sumut kan pakai id card dari panitia,  tapi kenapa kami tidak diizinkan masuk. Kan kita datang dari juah- jauh nih untuk HPN, kenapa tidak bisa masuk? kita kecewa, kita kecewa sekali,” ujar Binsar Panjaitan wartawan Harian Matahari Medan- Sumatra Utara (Sumut) kepada berita Maluku Online, Kamis (9/2) 2017.

Saran penulis, untuk HPN berikutnya apa yang terjadi di Ambon tidak perlu terjadi, dan apapun bentuk kegiatan yang  digelar selama HPN berlangsung kalau bisa jangan sampai ada wartwan yang tidak bisa masuk.

Catatan yang tercecernya, tiga orang pengrus PWI Banyuasin Drs Lubis Rahman, Nachung Tajudin dan Syarifudin Zuhri,SP MSi   bersama PLt Kepala Dinas Kominfo Banyuasin, Erwin Ibrahim melakulan silaturahmi dengan Kepala Dinas Kominfo dan Persandian Kota Ambon Janen L menyerahkan cendramata berupa plakat Pemkab Banyuasin dan menyampaikan salam dari PLt Bupati Banyuasin Ir SA Supriono, MM.

Lalu Lubis, Nachung dan Udin melakukan silaturahim dengan Kapolda Ambon, Maluku Brigjen Pol Drs Ilham Salahudin,  SH MHum menyerahkan cendramata beruapa plakat Pemkab Banyuasin,dan  menyampaikan salam hangat PLt Bupati Banyuasin Ir SA Supriono, MM. Sebalilnya Kapolda juga titip salam buat PLt Bupati Banyuasin Supriono.

Orang nomor satu di Ambon ini tidak lupa pula titip salam buat warga Sumsel, dan mohon doa, salam hormat kami buat warga Sumsel, semoga keluarga di tanah rantau,  khususnya Maluku bisa menjaga nama baik daerah kita, dan berperan dalam pembangunan dan dapat hidup sejahtera.

Catatan tercecernya,  jika ke Ambon, Maluku jangan lupa datang ke  Mesjid Wapauwe tertua di Indonesia, Benteng Amsterdam, Pantai Pintu Kota, Museum Siwa Lima, Gong Perdamaian, Jembatan Merah Putih dan masih banyak yang lainnya, yakin anda akan puas dan takjub.