oleh

Warga Keluhkan Air Tercemar Limbah PT BAS

MuaraEnim, jurnalsumatra.com – Sebelumnya dugaan pencemaran limbah tanah Disposal dari PT Bara Anugerah Sejahtera (BAS) tanpa melalui penyaring lagi dan langsung dibuang ke Sungai Enim di Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul, Kabupaten Muara Enim, sehingga, membuat sejumlah Pejabat Trifika harus turun kelapangan. Ternyata persoal tersebut, tidak sampai disitu saja. PT Bara Anugerah Sejahtera (BAS) ini, mulai memasuki babak baru. Pasalnya, sejumlah warga yang tinggal dekat aliran Sungai Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul, mulai merasakan gatal-gatal setelah mandi.

“Benar, untuk hari ini Pemdes Keban Agung didampingi Kapolsek, dan pak Camat akan meminjau langsung keluhan masyarakat Desa Keban Agung terhadap adanya dugaan pencemaran limbah tanah Disposal milik PT ABS,” ungkap kepala desa (Kades) Keban Agung Fajrol Bahri. Ia menjelaskan, tidak bisa dipungkiri Pemerintahan Desa (Pemdes) Keban Agung telah menerima laporan dari warganya terhadap dugaaan pencemaran Limbah tanah Disposal dari aktifitas PT Bara Anugerah Sejahtera (ABS), yang dibuang langsung menuju kealiran Sungai.

Akibatnya, sambung Kades, masyarakat memintak kepada pemerintahan desa (Pemdes) untuk dapat segera menindak lanjuti keluhan mereka, ataupun dapat memfasilitasi warga Desa Keban Agung kepada perusahaan PT BAS terkait adanya dugaan limbah tanah Disposal yang telah mencemari aliran sungai Enim. “Terus terang, ada beberapa anak sungai dampak dari dugaan pencemaran tanah Disposal milik PT ABS itu diantaranya, melalui aliran air sungai Hesik, sungai Owal dan sungai Tilam lalu mengaliri ke sungai Enim sehingga sangat meresahkan warga, karena aliran Sungai Enim yang digunakan warga sebagai kebutuhan sehari hari,” tambah Kades.

Oleh sebab itu, kata Fajrol Bahri, pihaknya memintak kepada PT ABS agar dapat bertanggungjawab atas pencemaran aliran sungai Enim ini, dan bisa memberikan kompensasi karena sejauh ini, tidak ada sedikitpun kontribusi Perusahaan tersebut, kewarga khususnya masyarakat Desa Keban Agung Kecamatan Lawang Kidul Kabupaten Muara Enim. Sapriadi (39) salah satu warga Desa Keban Agung saat dibincangi wartawan menegaskan, dirinya sedikit kecewa karena Pemkab Muara Enim terkesan sedikit lamban dalam memperhatikan masyarakatnya. Warga menggeluh terkait adanya limbah Disposal dari PT BAS.

“Tolong kami pak Bupati, kalau sebelumnya kami mandi disungai Enim tidak gatal gatal seperti saat ini. Tapi, semenjak limbah tanah milik PT BAS dibuang kesungai, banyak sekali warga yang menggeluhkan. Selain gatal gatal air sungai Enim juga sangat keruh sekali, karena sungai ini adalah tempat kami mandi dan mencuci kebutuhan sehari hari,” cetusnya dengan nada sedikit kesal.

Sementara, Yudi salah satu perwakilan PT. BAS saat dibincangi mengaku, apa yang menjadi keluhan warga Desa Keban Agung telah dicatat dan akan segera mungkin melaporkan ke Managament pusat agar dapat ditindak lanjuti. “Terimakasih rekan rekan, keluhan ini akan segera saya sampaikan ke Management Pusat agar dapat ditindak lanjuti. Namun, kalau untuk bicara kontribusi Alhamdulillah, selama ini sudah kita berikan kepada masyarakat, bahkan setiap bulan kita berikan kepada warga Desa Keban Agung, untuk secara rinci saya tidak tau persis, karena, hal itu bukan bagian saya,” terang Yudi dengan singkat. (Syah)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed