oleh

Kabag SDA: Produksi Batubara di Lahat 2020 Turun

-Ekonomi-46 views

Lahat, jurnalsumatra.com – Ditahun 2020 Lalu , produksi batubara sedikit mengalami penurunan jika dibandingkan tahun 2019 lalu. Semua itu, tidak lepas dari dampak saat ini Pandemi Covid-19, termasuk harga jual Batubara juga ikut berdampak. Demikianlah disampaikan Kepala Bagian (Kabag) Sumber Daya Alam (SDA) Setda Pemkab Lahat Saifullah Aprianto, dari data yang diterima oleh pihaknya setelah koordinasi dengan Provinsi Sumsel dan data hasil kelapangan Pemkab Lahat sedikit mengalami penurunan dari segi produksi batubara.

“Untuk data yang kita dapati, pada tahun 2020 per September tahun lalu 15,7 juta ton. Sedangkan, pada tahun 2019 sendiri berkisar total keseluruhan mencapai 20 juta ton,” katanya saat dibincangi wartawan dikantor Setda Pemkab Lahat, pada Rabu (27/01/2021). Ia menjelaskan, produksi batubara pada tahun lalu sedikit berkurang bahkan aktifitas perusahaan banyak yang mengalami slow down ditambah lagi dengan Work From Home (WFH), belum lagi harga jual batubara yang sangat berdampak besar kepada perusahaan tambang.

“Dari data jumlah produksi bisa diprediksi mengalami penurunan sekitar 2 jutaan ton, karena memang banyak faktor yang mengalami penurunan bukan hanya dampak dari Covid-19 maupun harga jual batubara ditambah lagi faktor cuaca yang kurang mendukung,” ulasnya lugas. Untuk diketahui, sambung Aprianto, di Kabupaten Lahat tercatat ada 33 perusahaan tambang batubara. Namun, hanya 19 perusahaan termasuk PT Bukit Asam (PTBA Tbk) yang berproduksi. Sementara, sisanya masih belum bergerak.

“Nah, untuk perusahaan yang belum Produksi kita belum mengetahui secara pasti berapa banyaknya hasil. Ditumbur lagi saat ini, bukan wewenang penuh Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat,” urainya. Oleh karenanya, Ia berharap, kepada semua perusahaan tambang batubara untuk berkoordinasi dengan Pemda meskipun regulasi mengenai Perusahaan pertambangan sudah kembali ke Pemerintah Pusat.

“Memang secara wilayah perusahaan tambang masuk di Kabupaten Lahat, namun manakala ada konflik tentu saja kita yang disini yang ikut menyelesaikannya. Itulah kenapa saya harap koordinasi dengan kita Pemkab Lahat,” pinta Aprianto. Disisi lain, diungkapkannya, dengan menurunnya produksi batubara di Kabupaten Lahat tentu saja berdampak kepada dana bagi hasil (DBH) batubara untuk daerah.¬†“Dampak penurunan produksi batubara ini bukan hanya pekerja dan pemilik perusahaan maupun kontraktor saja melainkan dari segi pendapatan Pemerintah juga berdampak, dan ditambah masa Covid-19 seperti saat ini,” pungkas mantan Kabag Umum Pemkab Lahat. (Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed