oleh

Bupati Merangin pastikan skrining pravaksinasi dilakukan maksimal

Bangko, Jambi, jurnalsumatra.com – Bupati Merangin Provinsi Jambi H Al Haris meminta agar petugas vaksin melakukan skrining kesehatan yang maksimal sebelum pelaksanaan penyuntikan vaksin COVID-19.

“Jadi sebelum divaksin, saya minta betul calon penerima vaksin harus menjalani skrining. Tidak hanya tekanan darah yang harus rendah, tapi penerima vaksin tidak punya penyakit kronis yang menahun. Tidak boleh ada penyakit ginjal,” kata Bupati Al Haris usai mendapatkan suntikan vaksin COVID-19 di aula utama Kantor Bupati Merangin di Bangko, Kamis.

Jangan sampai, kata dia, setelah divaksin ternyata penerima vaksin ini punya penyakit kronis yang menahun.

Dengan mengenakan kaos warna putih, Bupati Al Haris menyodorkan pangkal lengan kirinya untuk disuntik vaksin oleh vaksinator yang telah disiapkan khusus oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Marangin.

Bupati Merangin H Al Haris menjadi orang pertama yang divaksin sinovac, pada acara pencanangan pelaksanaan vaksinasi COVID-19.

Sebelum divaksinasi menurut dr Lutfiana Mardhatilla yang menyuntikan vaksin, bupati telah lolos menjalani skrining. Skrining ini jelas dokter dari Puskesmas Bangko tersebut, sangat penting untuk mengetahui kondisi kesehatan orang sebelum divaksin.

“Dari keterangan riwayat penyakit tidak masalah dan tensi darah Pak Bupati menunjukkan angka 125/80 mm, sehingga aman untuk divaksin,” ujar dokter yang akrap disapa Arda ini.

Setelah bupati, giliran Forkopimda Merangin yang divaksinasi COVID-19. Kapolres Merangin AKBP Irwan Andy Purnamawan, menjadi orang kedua yang divaksin COVID-19, karena sebelumnya juga sudah lolos uji skrining.

Sedangkan Kajari Merangin Martha Parulina Berliana yang mestinya diurutan ketiga, gagal divaksin. Sudah dua kali ditensi, tekanan darahnya tetap pada angka 160/94 mm, sehingga secara kesehatan belum boleh divaksin.

Hal yang sama juga terjadi pada Kasdim 0420 Sarko Mayor Inf Edi Arman, Staf Ahli Bupati Merangin Dedy Darmantias dan Ketua Pengadilan Negari Merangi Salman. Kebanyakan mereka yang gagal divaksin karena tekanan darahnya cukup tinggi.

Bupati minta nanti masyarakat jangan ragu-ragu untuk divaksin, jangan merasa vaksin ini tidak halal dan tidak aman untuk kesehatan.

“Kuncinya sebelum divaksin kita harus biasa-biasa saja dan enjoy saja, mudah-mudahan tekanan daerah kita akan rendah. Tetaplah memakai masker, jaga jarak dan sering mencuci tangan dengan sabun di air yang mengalir,” pinta Bupati.

Setelah Forkopimda, vaksinasi COVID-19 diberikan kepada sebanyak 20 orang tenaga medis garda terdepan penanggulangan dan pencegahan COVID-19 dari sejumlah Puskesmas dalam Kabupaten Merangin.

“Sasaran vaksinasi COVID-19 kita yang pertama tenaga medis, Forkopimda, Satgas COVID-19 yang bertugas di Posko-posko COVID-19. Setelah itu baru nanti giliran para anggota Polri, TNI dan masyarakat,” terang Bupati.

Sebelumnya pada Rabu (3/2), dilakukan vaksinasi COVID-19 secara serentak untuk tenaga medis di sejumlah Puskesmas dalam Kabupaten Merangin dan tenaga medis RSUD Kol Abundjani Bangko.

Pada hari pertama pemberian vaksinasi COVID-19 itu, ada sekitar 50 orang tenaga medis Puskesmas yang divaksin secara bergiliran mulai pukul 08.00 WIB sampai siang hari.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed