oleh

Cabe Merah Merangka Naik Sembako Normal

-Lahat-23 views

Lahat, jurnalsumatra.com – Sejumlah bahan pokok yang berada di Pasaran terpantau tetap normal. Namun, untuk harga Cabe Merah mulai merangka naik dan tembus diharga kisaran Rp.40 ribu sampai diangka Rp.60 ribu. Akan tetapi, untuk harga Cabe Rawit sendiri cukup melambung dan tembus diharga 70 ribu Perkilo. Bahkan, beberapa Minggu lalu kisaran harga mencapai Rp.80 ribuan.

“Jelas kami kaget pak, kok tiba tiba harga untuk Cabe Merah bisa mencapai 60 ribu perkilo. Sehingga, kami tidak selaku pengurus rumah tangga harus bisa membagi uang untuk belanja,” ungkap salah satu ibu rumah tangga Sitirawa (38) warga Kelurahan Pasar Lama Kecamatan Lahat, pada Senin (08/02/2021).  Sementara, salah satu pedagang Cabe Merah di Pasar PTM Kelurahan Pasar Lama Lahat, Apriyansah (42) dibincangi mengaku, bahwasannya tembusnya harga Cabe Merah diangka Rp.60 ribu dikarenakan banyak kemungkinan.

“Salah satu penyebab Merangka naiknya harga Cabe Merah disebabkan, musim kemarau yang cukup panjang sebelumbya. Sehingga, diduga kuat sebagai faktur utama akibat kenaikan harga tersebut,” kata Apriansyah. Sedangkan, Nirna salah satu pedagang di Pasar Lematang Lahat mengaku, saat ini harga Cabe Rawit perkilonya menembus Rp.72 ribu, sekarang sudah turun dari Minggu lalu, yang harganya berkisar Rp.80 ribu.

Memang untuk harga Cabe Merah sendiri, dijelaskan Nirna, sedikit meroket harganya mencapai Rp.60 ribu perkilonya. Lonjakan harga itu, sedikit berbading balik dengan semula diangka Rp.45 ribu perkilonya. “Bicara dampak, jelas sekali akibat lonjakan harga Cabe Merah dan Cabe Rawit ini, para pembeli untuk sekarang sepi. Semua ini, juga diakibatkan dampak dari Covid 19 yang menyerang Lahat,” urai Nirna.

Terpisah, Kepala Dinas Perindustrian (Disprindaq) Lahat Fikriansyah M.Si.MM dikonfirmasi membenarkan lonjakan harga Cabe Merah mengalami kenaikan. Hal tersebut, dikarenakan, memasuki musim penghujan. “Musim hujan untuk sayur sayuran cepat busuk, sehingga wajar saja apabila harga dipasaran Merangka naik. Namun, untuk sembako tetap normal,” ujar Fikriansyah.

Untuk Permintakan barang dikatakan Fikriansyah, masih stabil karena pedagang tidak mau stok barang banyak dikhawatirkan busuk dan tidak laku terjual, ditambah lagi, saat ini acara hajatan dan resepsi di Kabupaten Lahat cendrung menurun. “Alhamdulillah, sampai saat ini untuk stok sayuran masih terbilang aman, dan tidak ada mengalami kekurangan,” paparnya.

Terakhir disampaikannya, beda halnya dengan harga Sembako di Kabupaten Lahat masih tergolong stabil. Seperti beras kisaran Rp 10 Ribu, itu tergantung jenis dan merk, untuk gula pasir masih kisaran Rp 12 Ribuan. “Benar, kalau untuk Sembako masih stabil belum ada lonjakan termasuk informasi mengenai kenaikan harga Sembako dilapangannya,” pungkas Fikriansyah. (Din)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed