oleh

Damkar Catat Kebakaran Meningkat Dibandingkan TA 2020

-Lahat-45 views

Lahat, jurnalsumatra.com – Berdasarkan catatan Dinas Pol-PP, Linmas, dan Damkar Kabupaten Lahat, terkait musibah kebakaran di Tahun 2021 yang menimpa Bumi Seganti Setungguan mengalami peningkatan, kalau dibandingkan Tahun 2020. Bahkan, dari data yang dipegang oleh Damkar Pemkab Lahat, di Tahun 2021 ini bencana kebakaran sejak 1 Januari sampai dengan 10 Februari 2021 telah terjadi enam (6) kali peristiwa kebakaran.

“Benar, untuk ditahun ini, mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya atau ditahun 2020,” ungkap kepala dinas (Kadis) Sat-Pol-PP, Linmas, dan Damkar Pemkab Lahat, Fauzan Khoiri Denin AP MM, pada Rabu (10/02/2021). Peningkatan peristiwa kebakaran tersebut, diakui Fauzan Khoiri Denin, dilihat dan dari data yang ada pada Damkar Pemkab Lahat. Pasalnya, untuk ditahun 2020 saja, kejadian kebakaran pada awal Januari kisaran 2 kali peristiwa kebakaran.

Diuraikan Fauzan, musibah kebakaran mulai terjadi di kebakaran RM Sederhana Lembayung Lahat terjadi Rabu (06/01/2021), di Kecamatan Kikim Timur Jum’at (15/01/2021), didepan Zipur Lahat, Minggu (17/01/2021), selanjutnya, di Desa Air Dingin Kecamatan Tanjung Tebar Minggu (31/01/2021), terakhir di Kecamatan Tanjung Sakti PUMI pada Kamis 04/02/2021) dan di Kecamatan Jarai Lahat.

“Kalau menurut dari catatan Damkar Pemkab Lahat, bencana kebakaran sedikit meningkat, kalau dibandingkan ditahun sebelumnya,” tambahnya. Alhamdulillah, sambung Fauzan, dalam penanganan dan pencegahan kebakaran sendiri ada tiga aspek diantaranya, pencegahan melalui edukasi yang kedua penanggulangan, dalam hal ini masyarakat di desa atau kelurahan bisa terlibat langsung, namun terkadang fakta dilapangan masyarakat bukan malah menolong bahkan sibuk main status di medsos.

“Itulah faktanya terjadi dilapangan, dan yang terakhir biarkan personil yang terlatih memadamkan api,” imbuhnya lagi. Sedangkan untuk kebutuhan personil Damkar Lahat ada 34 personil stand by 24 jam dengan 16 personil piket di kantor, namun dikatakan Fauzan, kendala untuk sarana masih banyak kekurangan.  “Saat ini yang ada armada di Damkar Lahat terdapat tujuh (7) unit armada masing-masing 1 armada di Kecamatan Jarai, 1 Armada Tanjung Sakti, 1 armada masih dibengkel dalam perbaikan terkendala anggaran dan 4 armada di posko induk,” ungkapnya.

Yang masih kurang lanjut Fauzan, mobil tangki penyumplai tidak ada, apa lagi jika rentan kendali jarak jauh sangat dibutuhkan sekali mobil penyumplai pendamping mobil damkar.  “Selang semprot, pemeliharaan kendaraan, penambahan armada dan sarana pendukung seperti baju tahan api sampai saat tidak ditambah sanpras personil serta pelatihan tenaga damkar karena sudah sejak beberapa tahun ini tidak ada pelatihan,” tutur Fauzan.

Kalau bicara idealnya apa lagi nanti Damkar ini akan asa nomenklatur baru yakni berdiri sendiri menjadi Dinas perlu ditambah 100 personil terlatih, diposko induk diperlukan penyumplai serta perlu ditambah lagi mobil damkar.  “Kalau bicara armada damkar jelas masih kurang. Idealnya butuh tiga (3) mobil armada untuk wilayah Kikim Area, Kota Agung dan Merapi Area. Semua itu, agar proses pemadaman api dapat lebih cepat lagi,” harap mantan Kepala BPMDesa Pemkab Lahat. (Din)

 

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed