oleh

Pengelolaan Karet Jadi Aspal Menjadi Program Kadin Lahat

-Lahat-8 views

Lahat, jurnalsumatra.com –  Melihat kian pesatnya kemajuan yang ada di Bumi Serasan Sekate, membuat kamar dagang dan industri (Kadin) Kabupaten Lahat mengali ilmu atau belajar ke Kabupaten Muba, guna untuk diterapkan ke Bumi Seganti Setunggunan.

Tujuan Kadin Lahat menyambangi Muba ini, karena keingin tahuan dalam pengelolaan karet dijadikan Aspal Latek, sehingga, mendongkrak hasil perekonomian warga terutama para petani karet dan Pemerintahan Kabupaten Muba.

Beruntungnya lagi, kedatangan pengurus kamar dagang dan industri (Kadin) Lahat, disambut langsung Bupati Muba Dr.H.Dodi Reza, Lic Econ Mba yang juga merupakan Ketua Kadin Sumatera Selatan (Sum-Sel).

Anak dari mantan Gubernur Sumsel H.Alex Noerdin ini, selain menerima Kadin Lahat juga memberikan resef dan trik dalam mengelolah karet mentah untuk dijadikan Aspal Curah yang baik.

“Waw, saat tiba di Muba selain Kadin Lahat disambut dengan baik, juga melihat lihat kemajuan yang cukup pesat di Bumi Serasan Sekate, terutama dalam pengelolaan hasil Karet untuk dijadikan sampai Aspal Curah,” ungkap Ketua Kadin Lahat Endriansyah SE (Eenk) melalui Wakil Ketua Ganda Taruna S.Sos, belum lama ini dibincangi wartawan usai dari Muba.

Diakui Ganda Taruna, setelah pulang dari Kabupaten Muba, banyak pengetahuan yang dipetik oleh Kadin Lahat guna untuk dapat diterapkan ke Kabupaten Lahat. Salah satunya yang saat ini untuk harga karet rakyat bisa mencapai Rp.21.000-,.

“Oleh karenanya, Kadin Lahat termotivasi untuk belajar sistem pengelolaan dan pendistribusian agar dapat kita terapkan di Lahat supaya dapat membantu tingkat perekonomian dan kesejahteraan para petani yang ada di Lahat kedepan,” tambahnya.

Tidak dipungkiri dijelaskan Ganda, selain beraudensi Kadin Lahat banyak mendapatkan pencerahan tentang bagaimana pengelolaan karet dari petani untuk disulap menjadi Aspal Curah, rencananya ini akan menjadi program utama Kadin Lahat kedepan.

Keseriusan Kadin Lahat, disampaikan Ganda, telah mempersiapkan berbagai program untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, sehingga, segaya upaya akan dilakukan agar tingkat kesejahteraan warga bisa ikut terdongkrak khususnya dari sisi Perdagangan, Koperasi, dan Industri.

“Namun, sejumlah program yang telah disiap oleh Kadin Lahat tidak akan berjalan mulus, tanpa dukungan dari Stackholder yang ada di Kabupaten, dan dapat berjalan sesuai harapan bersama seiring dengan program Pemkab Lahat dalam meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Lahat kedepannya,” urai Ganda dengan lantang.

Sementara, Bupati Muba Dr.H.Dodi Reza Alex Noerdin menegaskan, dari hasil karet rakyat bisa diserap dengan harga dari Rp.20.000 – Rp.21.000 perkilo, jika sudah menjadi Lateks Pekat.

Untuk menjadinya produksi Lateks Pekat dikatakan Dodi Reza, pihaknya memberikan bantuan mesin Centrifugal di Unit Koperasi karet di Kabupaten Muba agar pengelolaannya tidak menyusahkan masyarakat Kabupaten Muba.

“Nah, dari Lateks Pekat kita serap untuk pabrik Aspal Karet. Dan, terus terang untuk mengenai Aspal Karet kami dari Pemkab Muba terbuka dan siap menerima darimana saja, yang ingin belajar guna untuk diterapkan kemasing masing Kabupaten/Kota di Provinsi Sumsel,” terang anak mantan Gubernur Sumsel Alex Noerdin ini. (Din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed