oleh

Wali Kota Kediri: Vaksinasi tahap kedua selesai awal Maret 2021

Kediri, jurnalsumatra.com – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menegaskan vaksinasi COVID-19 tahap kedua bisa diselesaikan awal Maret 2021 dengan diikuti seluruh pelayan publik di kota itu.

“Targetnya satu pekan selesai, artinya ini lebih cepat dari yang kemarin-kemarin. Dan ini dilakukan di banyak tempat. Ada di tiga kecamatan, enam rumah sakit, dan sembilan puskesmas serta dimungkinkan tambahan kegiatan vaksinasi mobile di lokasi-lokasi tertentu,” katanya di Kediri, Jumat (26/2).

Ia berharap, ke depan vaksin yang diberikan lebih banyak lagi. Di Kediri untuk tahap dua 2.450 vial vaksin COVID-19 datang dan langsung didistribusikan ke fasilitas kesehatan.

“Harapan saya ke depan pemerintah pusat memberikan vaksin lebih banyak lagi sehingga kami bisa mempercepat vaksinasi di Kota Kediri. Saya juga mohon doa kepada masyarakat supaya ini bisa berjalan dengan lancar dan insyaallah tahap-tahap berikutnya nanti akan ke lansia dan terus akan merambah ke masyarakat,” ujarnya.

Dinas Kesehatan Kota Kediri mulai melaksanakan vaksinasi tahap kedua dengan kelompok sasaran, petugas pelayanan publik. Vaksinasi tahap dua ini dilakukan serentak di beberapa lokasi, yakni Kecamatan Mojoroto, Kecamatan Pesantren, Kecamatan Kota, RSUD Gambiran 2, dan Rumah Sakit Bhayangkara.

Sesuai petunjuk teknis yang diatur dalam Keputusan Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementerian Kesehatan Nomor HK.02.02/4/1/2021, para penerima vaksin harus melewati beberapa tahapan mulai dari registrasi dan proses “screening” untuk memastikan kondisi kesehatan tubuh.

Jika dinyatakan lolos penapisan, penerima vaksin akan langsung divaksinasi COVID-19. Selanjutnya penerima vaksin diharuskan menunggu selama 30 menit untuk diobservasi guna mengantisipasi adanya kejadian ikutan pascaimunisasi (KIPI).

Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar itu, mengungkapkan sasaran penerima vaksin ini pelayanan publik, meliputi pelayanan di kecamatan, kelurahan, Satpol PP, BPBD, pemadam kebakaran dan dari unsur TNI/Polri.

“Alhamdulillah Kota Kediri bisa mengadakan vaksinasi tahap kedua yang pertama. Untuk Satpol PP jumlahnya ada 230 orang, sedangkan untuk pelayanan publik di Kecamatan Mojoroto ada 212 orang baik itu pelayanan yang ada di kelurahan dan di kecamatan. Mereka memang kami dahulukan karena setiap harinya mereka selalu memberikan pelayanan dan bertemu langsung dengan masyarakat. Lalu nanti juga Dispendukcapil maupun dinas-dinas lain yang pelayanan itu akan kita dahulukan,” kata dia.

Mas Abu menambahkan berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kota Kediri untuk tahap kedua ini ada sekitar 16.000 sasaran. Namun, karena jumlah vaksinasi yang diterima masih terbatas, sasaran vaksinasi secara bertahap.

“Vaksinasi tahap kedua ini datanya kita ada 16.000, namun jumlah vaksin yang tersedia dikirim oleh pusat itu baru cukup untuk 9.000, jadi ada sisa kurang lebih ada 7.000 yang belum kebagian nanti akan kita ikutkan ke tahap-tahap berikutnya. Dan mudah-mudahan vaksin yang berikutnya jumlahnya lebih banyak lagi. Tapi kami patut bersyukur karena vaksin yang diberikan pusat untuk Kota Kediri alhamdulillah dapatnya lumayan banyak karena kita fasilitasnya sudah cukup bagus,” kata dia.

Di Kota Kediri, hingga Kamis (25/2) ada 1.176 warga yang terkonfirmasi positif COVID-19. Dari jumlah itu, 16 orang masih dirawat, satu orang dipantau, 1.044 orang telah sembuh, dan 115 orang telah meninggal dunia.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed