oleh

Putri Koster harapkan seniman sumbang pemikiran untuk pembangunan Bali

Badung, Jurnalsumatra.com – Istri Gubernur Bali yang juga seniman multitalenta Putri Suastini Koster mengharapkan para seniman di daerah itu turut aktif menyumbangkan pemikiran demi pembangunan di Pulau Dewata.

“Momentum ini dapat menjadi ajang bagi para pegiat seni untuk memberikan dukungan kepada Pemerintah Provinsi Bali, terutama di bidang seni melalui sumbangan pemikirannya,” kata Putri Koster dalam acara Pesta Puisi Bedah Kreasi Buku Gajah Mina di Badung, Senin (29/3) malam.

Selain itu, lanjut dia, melakukan upaya dan tindakan-tindakan dalam memajukan seni atau Bali secara umum. “Ada pepatah, hal-hal besar dimulai dari obrolan santai dan kekeluargaan yang menumbuhkan jiwa gotong royong untuk membangun. Semoga melalui pertemuan yang penuh keakraban ini, bisa terbangun pemikiran-pemikiran untuk Bali,” ucapnya.

Sumbangsih pembangunan, ujar Putri Koster, tentunya melalui pemikiran dan cara sesuai versi yang dimiliki para seniman.

Dalam kesempatan itu, dia menyampaikan apresiasi atas gelaran acara seni yang dinilai sangat luar biasa, sehingga bisa memahami satu sama lain.

“Seni sastra memahami seni rupa, begitu juga sebaliknya. Semoga tetap bisa memotivasi dan memantik semangat para seniman untuk tetap berkarya dan menampilkan karyanya, dengan tetap menjaga protokol kesehatan agar kita tetap bisa berkreasi dan tetap sehat di tengah deraan pandemi COVID-19,” ucapnya.

Putri Koster juga menyampaikan sejumlah program Pemprov Bali dalam menjaga eksistensi seni budaya Bali, di antaranya melalui gelaran Festival Seni Bali Jani (FSBJ), yang bertujuan menyeimbangkan porsi seni tradisi dan seni nontradisi.

Saat ini, juga sedang dirancang program Festival Buku guna mendukung kreativitas para pelaku seni sastra. “Selain rancangan program Festival Buku, nanti Pemprov Bali juga akan memberikan penghargaan (awards) bagi penulis terbaik yang saat ini masih dalam tahap penilaian. Saya berharap para penulis Bali bisa menjadi tuan rumah di tanah kelahirannya,” ucapnya.

Sementara itu, panitia acara Hartanto dan Gede Hartawan menyampaikan ucapan terima kasih atas dukungan yang diberikan Putri Koster, seraya menjabarkan bahwa kegiatan tersebut selanjutnya menjadi ajang pendewasaan seni Bali, khususnya seni sastra dan seni rupa.

Dalam kesempatan itu, Putri Koster didapuk untuk membacakan puisi dengan gaya khas yang menggetarkan. Selanjutnya bersama perupa lainnya, dia berkesempatan menorehkan goresan di atas material kertas padi, sesuai dengan karakter lukisan masing-masing.

Menjelang akhir acara, para seniman sastra satu persatu menampilkan kemampuannya membaca puisi dengan ekspresif dan penuh penghayatan.

Acara ini dihadiri oleh budayawan dan maestro seni dari Bali Prof Dr I Wayan Dibia, Jro Jengki, dan sejumlah seniman lainnya.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed