oleh

Dampak Dari Larangan Mudik Perusahaan Bus Merugi

-Lahat-77 views

Lahat, jurnalsumatra.com –  Sejumlah perusahaan terancam merugi dan menjerit, dikarenakan, dampak dari larangan Pemerintah tidak boleh mudik. Hal tersebut, seperti yang dirasakan Perusahaan Otobus (PO) Bus. Pihak perusahaan PO ini, mengeluhkan larangan mudik yang dilakukan oleh Pemerintah tahun ini, sama hal nya dengan tahun 2020 kemarin, yang mengharuskan Bus tutup loket.

Reza salah satu pengurus PO Bus Telaga Indah Armada (TIA) Jurusan Lahat – Jakarta sudah mengetahui tentang larangan Pemerintah tidak boleh mudik.  “Perusahaan apa saja pasti akan mengeluh, dan merugi, kalau Pemerintah memberlakukan pelarangan mudik. Ini yang kedua tahun berturut turut kami gagal, sehingga tidak ada penumpang,” terang Reza didampingi rekannya Siti, pada Sabtu (24/04/2021).

Dengan nada sedikit kecewa, Reja sendiri menilai kebijakan Pemerintah dengan dilarangnya mudik ini sangat merugikan perusahaan jasa angkutan penumpang. Sebab, sudah dua kali hari Raya Lebaran harus tutup loket.  “Padahal harapan kami bisa mendapat Rezeki bagi para Loket saat menjelang Lebaran dan sesudah Lebarang. Akan tetapi, meskinya pemerintah janganlah melarang mudik masyarakat tapi harus ada langkah kongkret seperti halnya membolehkan mudik dengan protokol kesehatan (prokes) yang ketat,” ungkapnya.

Reza menjelaskan, sejak 6 Mei sampai dengan 17 Mei loket akan tutup dan pada tanggal 4 Mei kemungkinan terakhir mengirim mobil (angkut Penumpang) dari Lahat sedangkan dari Jakarta terkahir 5 Mei mengirim mobil.  “Jelas besarnya dampaknya kalau loket seperti kita ini, kemungkinan kalau loket jurusan Lahat – Palembang tidak begitu pengaruh,” katanya.

Oleh sebab itu, Reza menyampaikan, beberapa hari ini masih sepi penumpang tidak seperti hari hari biasanya, kemungkinan dampak dari Lampung yang informasi penyekatan kendaran. “Tidak dipungkiri, kalau hari biasa masih ada satu – tiga penumpang. Tapi, sejak diberlakukan larangan mudik, sudah tiga hari ini sepi penumpang,” tutup Reza. (Din)

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed