oleh

Padang batasi jam operasional usaha hingga pukul 22.00 WIB

Padang, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Padang membatasi jam operasional tempat usaha, mulai dari rumah makan, restoran dan lainnya, hingga pukul 22.00 WIB dalam rangka mencegah peningkatan kasus COVID-19.

Wali Kota Padang Hendri Septa di Padang, Rabu menyampaikan pembatasan jam operasional usaha pariwisata itu bertujuan untuk menekan angka kasus positif COVID-19 di Kota Padang.

Aturan ini tertuang dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor: 870.364/BPBD-Pdg/V/2021 yang dikeluarkan pada 4 Mei 2021.

“Para pelaku usaha pariwisata di Kota Padang wajib mematuhinya,” kata dia.

Ia menyampaikan saat ini Kota Padang berada di zona oranye dari sebelumnya berada pada zona kuning.

“Jika warga abai menerapkan protokol kesehatan, kemungkinan akan terus meningkat ke zona merah,” ujarnya.

Untuk itu, ia berharap para pelaku usaha pariwisata dapat mematuhi surat edaran tersebut.

Bagi yang tidak mengindahkan SE ini akan diberikan sanksi atau tindakan sesuai dengan Perda Kota Padang Nomor 1 Tahun 2021 tentang Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) berupa sanksi denda dan atau pidana kurungan paling lama dua hari.

Sebelumnya berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan Kota Padang hingga 4 Mei 2021 terdapat 17.825 warga Padang yang positif COVID-19, dengan perincian 16.887 telah sembuh, 327 meninggal, dan kasus suspect 292 orang.

Dari 104 kelurahan di Padang, sebanyak 103 kelurahan telah terjangkit COVID-19 dan saat ini sebanyak satu kelurahan sudah bebas COVID-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang Ferimulyani Hamid mengingatkan sudah satu tahun lebih pandemi ini berlangsung, dan menyerukan agar masyarakat jangan lengah serta tetap mematuhi protokol kesehatan.

Ia menyampaikan sebagai antisipasi jika kasus terus meningkat pihaknya sudah menyiapkan rumah nelayan di Kecamatan Koto Tangah yang mampu menampung 300 orang untuk isolasi.

Selain itu Rumah Sakit Umum Daerah Rasidin juga akan dikembalikan khusus merawat pasien COVID-19 jika kasus terus meningkat.

Ia menyampaikan saat ini juga hampir semua rumah sakit sudah merawat pasien COVID-19.

Akan tetapi ia menyampaikan dari total kasus yang ada sampai hari ni 80 persen merupakan orang tanpa gejala sehingga dapat melakukan isolasi mandiri.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed