oleh

Pemkot Kediri gelar operasi pasar jaga kestabilan harga

Kediri, jurnalsumatra.com – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, menggelar operasi pasar murni dengan sejumlah komoditas bahan pokok demi menjaga kestabilan harga.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar, Rabu mengemukakan kegiatan ini dilakukan untuk mengendalikan beberapa harga komoditas bahan pokok yang mulai merangkak naik, sehingga inflasi di Kota Kediri dapat terus terjaga.

Dikatakan, pada  April 2021 inflasi bulanan di Kota Kediri sebesar 0,31 persen, kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau menyumbang inflasi hingga sebesar 0,68 persen.

“Kalau inflasinya terjaga lalu masyarakatnya juga cara berbelanjanya juga bijak. InsyaAllah inflasi di Kota Kediri terjaga terus,” ucapnya pada operasi pasar murni di Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri.

Bupati juga memastikan petugas terus memantau harga bahan pokok, dan OP dilakukan demi menjaga kestabilan harga di pasaran.

“Kami juga perbaharui data setiap harinya seperti apa. Biasanya mendekati Hari Raya Idul Fitri ini harga cenderung melonjak naik. Untuk menjaga stabilitas harga, kami adakan operasi pasar. Ini sudah menjadi tradisi kita. Jadi kalau ada lonjakan-lonjakan kita adakan operasi pasar,” kata dia.

Wali Kota Kediri juga mengimbau agar masyarakat berbelanja secara cerdas dan bijak. Biasanya menjelang Hari Raya Idul Fitri ini masyarakat berbelanja secara berlebihan.

“Pelaksanaan operasi pasar murni ini dengan protokol kesehatan yang baik. Pembeli disini juga masyarakat ya bukan pedagang. Saya rasa ini sudah tepat sasaran. Saya juga ingatkan agar masyarakat berbelanja secara bijak. Ini kan semua juga dilarang mudik. Jadi belilah secukupnya agar harga di pasaran stabil,” kata dia.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperdagin) Kota Kediri Tanto Wijohari menyampaikan bahwa operasi pasar murni ini telah diselenggarakan mulai 27-30 April 2021 dan dilanjutkan pada tanggal 3-5 Mei 201 di 18 Kelurahan.

Komoditas yang dijual antara lain beras dengan kemasan 5 kilogram seharga Rp45.000, gula pasir dijual seharga Rp10.500 per kilogram, minyak goreng dijual seharga Rp11.250 per liter, dan telur ayam dijual dengan harga Rp18.500 per kilogram.

Untuk stok beras terdapat 150 karung masing-masing isi 5 kilogram, gula pasir ada 500 kilogram, minyak goreng kemasan 900 mililiter dengan jumlah 384 botol, telur ayam ada 150 kilogram.

Setiap warga juga dibatasi pembeliannya yakni beras dua kantong masing-masing kemasan 5 kilogram, telur ayam dibatasi 2 kilogram, gula pasir dijual maksimal 2 kilogram dan minyak goreng maksimal 2 liter.

“Sejauh ini tidak ada kendala. Kesadaran masyarakat akan protokol kesehatan bagus. Kami juga sediakan handsanitizer, masker, dan petugas kesehatan dari dinkes. Ketersediaan stok saat ini juga aman. Kendati inflasi tidak begitu tinggi, kami hadir di tengah masyarakat untuk memberi dukungan. Jadi warga yang semua warga bisa menikmati apa yang kita sediakan di operasi pasar,” kata dia.

Sejumlah warga juga menyambut baik kegiatan tersebut. Salah satunya, Nancy asal Kelurahan Bandar Lor, Kota Kediri.

“Harganya disini lebih murah dari harga di pasaran. Saya senang ada operasi pasar ini. Semoga ada lagi. Saya sebagai warga sangat bersyukur harganya lebih murah,” kata Nancy.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed