oleh

Perusahaan semen instan Ubond Solo ekspansi keluar Jateng-DIY

Solo, jurnalsumatra.com – PT Citra Luhur Mandiri merupakan perusahaan yang bergerak dibidang teknologi terbaru produksi semen instan merek Ubond, dan dimasa pandemi ini tetap eksis melakukan ekspansi keluar di wilayah Jawa Tengah dan D.I. Yogyakarta.

Produksi semen instan merek Ubond PT Citra Luhur Mandiri lokasi pabriknya di Klaten, sedangkan kantor administrasi dan pemasaran di Kota Solo, kata “Chief Exceutive Officer” (CEO) PT Citra Luhur Mandiri, Katno Hadi, di Solo, Senin.

Katno Hadi menjelaskan produk semen instan Ubond perkembangan sangat pesat mulai produksi teknologi terbaru di Kabupaten Klaten Jateng, sejak 2017 hingga sekarang dengan pemasaran wilayah Jateng dan DIY. Pihaknya akan memperluas usaha dengan menciptakan pasar baru antara lain Provinsi Jabar, DKI, Banten, dan Jawa Timur.

Produk semen instan Ubond merupakan menjual tehnologi yang mempunyai kualitas terbaik, lebih efisiensi, dan efisien biaya. Hal ini, menjawab tantangan teknologi pembangunan di era sekarang. Orang membangun tidak lagi membuat campuran pasir, batu bata yang dihaluskan, dan semen.

PT Citra Luhur Mandiri produksi pertama dengan merek Mortar Merapi kemudian diberi merek baru sekarang Ubond. Namun, Mortar Merapi masih berlanjut dan tetap produksi hingga sekarang,” kata Katno.

Jadi orang dalam membangun tidak perlu lagi menggunakan campuran pasir, batu bata yang dihaluskan. Produk semen instan Ubond ini, sudah menjawab tantangan itu, dengan efisiensi tinggi.

Produk Ubond menginovasikan semen instan pada umumnya dengan bahan baku tambahan terbaik dan terkuat di antaranya aditif impor dari Jerman dan pasir Merapi yang dipercaya sebagai pasir dengan kekuatan tinggi di Indonesia. Sudah melalui berbagai tes sehingga menghasilkan produk semen instan berdaya rekat tinggi dan daya tekan lebih kuat dibanding semen instan pada umumnya.

Direktur Pemasaran PT Citra Luhur Mandiri Wisnu Yusuf mengatakan produk semen instan merek Ubond ada lima varian unggulan yakni Perekat Bata Ringan (thin bed), Plester, Acian, Render (Plaster + acian), dan Perekat Kiramik.

Produk perekat bata ringan tersebut digunakan untuk pekerjaan pemasang bata ringan, bata merah ekspose, dan batako. Produk plester dari bahan dasar semen pilihan, pasir Merapi, filler dan adiktif yang diolah dengan teknologi modern. Acian yakni semen instan untuk aplikasi acian, berdaya rekat tinggi, dan praktis saat diaplikasi.

Produk Render (plester plus acian) merupakan plester ditambah acian sekaligus acian yang menjadi inovasi masa kini, dan produk perekat keramik yakni semen instan berdaya rekat tinggi membuat pemasangan keramik menjadi rapi, bahan mortar Merapi yang sangat kuat.

Wisnu menjelaskan keunggulan semen instan Ubond dibandingkan dengan pesaing produk lainnya, harganya masih sangat efisien dengan kualitas yang jauh di atas, karena dengan memakai bahan campurannya pasir Merapi. Semua tahu sendiri pasir Merapi di Indonesia salah satu bahan yang mempunyai kualitas terbagus. Semen Instan produksinya dengan harga yang terjangkau.

Penggunaan semen instan produk Uband dibanding dengan bahan bangunan biasa mempunyai efisiensi, kata dia, dari hasil riset efisiensi dengan waktu, tenaga, dan semuanya itu, diangka sekitar 30 persen menggunakan semen instan mulai dari perekat plester, acian, render, dan perekat keramik.

Wisnu menjelaskan PT Citra Luhur Mandiri bakal memperluas pemasaran produksi semen instan Ubond tersebut selain wilayah Jawa Tengah dan DIY, menargetkan tahun ini, eskpansi ke wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Timur.

“Kami kemampuan produksi semen instan Ubond rata-rata sekitar 10.000 sak per hari dengan kemasan 40 kilogram. Kami dengan menambahkan ekspansi di Jabar, DKI, Banten, dan Jatim tentunya akan bertambahnya order, sehingga kemampuan produksi juga bakal ditingkatkan untuk memenuhi permintaan pasar ke depan,” kata Wisnu.

PT Citra Luhur Mandiri mampu menjual semen instan Ubond rata-rata sekitar 150.000 sak per bulan dan pihaknya dengan bertambahnya wilayah pemasaran menargetkan penjualan pada 2022 meningkat menjadi 250.000 sak per bulan. (anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed