oleh

Wisata Air Pacar Kangkangi Surat Dinas Pariwisata

-Lahat-50 views

Lahat, jurnalsumatra.com –  Ditengah tengah Pemerintah berperang melawan virus menular, guna memutuskan mata rantai dalam penyebaran Covid 1, sehingga, memaksa semua dinas terkait harus bersih kukuh saling bahu membahu dan menghimbau masyarakat agar dapat mengurangi aktifitas diluar. Hal tersebut dilakukan, karena turun dan meningkatnya korban diduga terpapar Covid 19, membuat Dinas Pariwisata dilingkungan Pemkab Lahat menggeluarkan surat sakti dan menutup sementara sejumlah lokasi wisata yang masuk dalam wilayah Kabupaten Lahat.

Tapi, himbauan atau surat sakti yang dikeluarkan oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, tidak berlaku bagi Wisata Air Pacar yang berlokasi di Desa Serambi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat. Terbukti dilokasi Wisata Air Pacar di Desa Serambi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat ini, terus “Eksis dan tidak mengenal Tutup” sehingga, dilokasi tersebut, setiap harinya diserbu oleh ratusan masyarakat yang datang dari berbagai penjuru, walaupun, saat ini Lahat masih terserang Covid 19.

“Nah, kami jugo betanya-tanya, kenapa Wisata Air Pacar bisa terus buka, sampai saat ini. Padahal, pemerintah tak henti hentinya melarang untuk masyarakat berkumpul-kumpul, dan selalu tetap menjaga jarak 5M,” kata DRM (42) salah satu warga Jarai yang mintak namanya, diinisialkan pada Minggu (13/06/2021). Ia mengaku, bahwa dilokasi titik Wisata Air Pacar ini, dahulunya merupakan sumber mata air, sehingga, mayoritas warga dari Talang sampai kebeberapa Desa tetap menggunakan air tersebut. Untuk kehidupan sehari hari.

“Tapi, sejak lokasi ini dijadikan tempat Wisata Air Pacar, warga sudah tidak menggunakannya lagi. Karena, ditakutkan sudah sedikit bercampur bakteri yang diduga dibawa oleh para pengunjung,” tukas DRM. Sementara, Fery Taslim salah satu perangkat Desa Serambi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat dibincangi wartawan membenarkan, bahwasannya dilokasi Wisata Air Pacar tersebut, tetap eksis alias terus buka, walaupun dimasa Covid 19.

“Terus buka, bahkan dalam setiap harinya para pengunjung bisa mencapai ratusan orang. Namun, yang sayangkan, kami dari Pemerintahan Desa (Pemdes) Desa Serambi Kecamatan Jarai, tidak pernah ada pemberitahuan terkait adanya objek Wisata Air Pacar oleh pihak penggelolah,” kata Fery Taslim. Ia mengakui, untuk lokasi Wisata di Kecamatan Jarai hanya ada didua titik lokasi yakni, Wisata Air Pacar, dan Wisata Water Blue, tpi untuk di Water Blue sendiri jaraknya cukup jauh dan harus ditempuh dengan memakai kendaraan bermotor dengan melewati Medan jalan yang cukup susah, dan pengunjungnya sendiri tidak banyak.

“Tapi, kalau untuk Wisata Air Pacar di Desa Serambi ini, dalam satu harinya bisa mencapai ratusan orang, yang datang dari berbagai daerah. Itu infonya yang saya tangkap dari warga setempat saat menceritakan tentang Wisata Air Pacar ini,” tambahnya. Fery Taslim menjelaskan, jangan warga setempat dirinya pun bingung ditengah tengah masa Covid 19 dan Pemerintah melarang agar masyarakat dapat melakukan pembatasan, dan lain sebagainya, namun, dilokasi Wisata Air Pacar ini, tetap buka seperti biasa.

“Kalau sepengetahuan saya, sampai sekarang lokasi Wisata Air Pacar tersebut, kalau tidak salah belum mengantongi izin. Bahkan, mirisnya lagi, kenapa Wisata Sindang Panjang tutup, sedangkan Wisata Air Pacar terus buka seperti biasa,” tanya Kasi Pemdes Desa Serambi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat ini, seraya menambahkan, pihaknya sudah banyak menerima keluhan warga setempat terkait aktifitas Wisata Air Pacar tersebut.

Terpisah, Pajeroni selaku pengelolah Wisata Air Pacar Desa Serambi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat dikonfirmasi mengatakan, awalnya dilokasi ini, hanya terbengkalai saja. Melihat tidak dimanfaatkan, membuat dirinya berusaha membangun Wisata Air Pacar ini. “Terus terang, awalnya lokasi Wisata Air Pacar ini, terbengkalai saja. Lalu, saya berinisiatif untuk membangunnya dan menjadikannya tempat Wisata Air Pacar dan Alhamdulillah, saat ini pembangunan sudah mencapai 40 persen. Mulai perehaban jalan menuju lokasi dan tempat tempat untuk pengunjung agar dapat bersantai,” kata Politisi dari Partai PPP.

Diakuinya, tujuan melakukan perehaban terhadap lokasi Wisata Air Pacar ini, tidak lain untuk memajukan bidang Wisata, demi untuk Kabupaten Lahat dan memajukan Desa yang ada. Ketika disinggung terkait izin serta tidak ada tembusan ke Pemerintahan Desa (Pemdes) Serambi Kecamatan Jarai, Kabupaten Lahat, dalam penggelolaan Wisata Air Pacar, ditegaskan Pajeroni, saat ini dilokasi Wisata masih dalam tahan perehaban serta pembangunan.

“Akan tetapi, para pengunjung sudah banyak yang datang. Padahal, kita masih dalam tahap perehaban dan pembangunan. Jadi, tidak mungkin kita menolah mereka. Sehingga, seraya tahap pembangunan tetap menerima pengunjung baik dari desa setempat maupun datang dari kabupaten lain,” terangnya. Ketika ditanya wartawan, terkait retribusi parkir anggota DPRD Lahat ini mengatakan, untuk retribusi parkir bagi R2 dikenakan biaya Rp.5000-, sedangkan, R4 dikenakan tarif biaya Rp.10 ribu rupiah, tapi, sifatnya tidak memaksa.

Berita sebelumnya, Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, menuangkan dalam surat pemberitahuan dengan nomor 556/246/Par II/2021, bersifat Penting hal himbauan yang ditujukan para pelaku usaha Pariwisata dalam Kabupaten Lahat. Isi dalam surat pemberitahuan itu, berdasarkan surat dari Kepala Kepolisian Sektor Kota Lahat (Polsekta) tanggal 1 Juni 2021, nomor : B/52/VI/2021/Polsekta. Perihal surat himbauan, yang ditujukan kepada pemilik tempat usaha Pariwisata di Lahat yang salah satunya tembusan kepada Dinas Pariwisata Lahat.

Berkenaan dengan hal tersebut, dengan ini disampaikan kembali kepada para pemilik usaha Pariwisata yang ada dalam Kabupaten Lahat, dihimbau untuk menutup tempat usaha Pariwisatanya yang dapat menimbulkan kerumunan guna mencegah percepatan penularan Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) yang saat ini  Kabupaten Lahat masuk dalam Zona Orange. Demikianlah surat tersebut dibuat dan disampaikan kepada seluruh para pelaku Usaha Pariwisata yang ada di Kabupaten Lahat, dan ditanda tangani oleh Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Lahat, Sri Muliati SH MM. (Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed