oleh

Petani Batola, Kalsel kembangkan sentra pertanian semangka

Marabahan, jurnalsumatra.com – Petani di Kabupaten Barito Kuala (Batola), Kalimantan Selatan (Kalsel) sukses mengembangkan sentra perkebunan semangka di daerah rawa dengan hasil yang bagus, yaitu buahnya besar dan rasanya manis.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distan TPH) Kabupaten Barito Kuala Murniati, di Marabahan, Senin, mengatakan hasil panen di sentra perkebunan semangka Batola terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data Distan TPH, kata dia, pada 2018 Batola menghasilkan 131 ton semangka, setelah itu pada 2019 meningkat menjadi sebanyak 295,3 ton, dan 2020 naik signifikan menjadi 485 ton, dan 2021 diyakini juga naik, karena semakin luasnya lahan tanam semangka.

“Batola memiliki dua kecamatan yang menjadi sentra semangka, yakni Anjir Pasar dan Marabahan dengan lahan penghasil semangka terluas di Batola,” katanya lagi.

Menurut Murniati, buah semangka memiliki nilai ekonomis tinggi dengan kisaran harga antara Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram.

Menurut dia, setiap panen semangka, petani mampu meraup hasil antara Rp45 juta hingga Rp75 juta dengan keuntungan bersih antara Rp20 juta hingga Rp50 juta per musim, dengan jarak waktu sekitar dua bulan.

Bupati Batola Hj Noormiliyani AS saat menghadiri panen perdana semangka milik petani tergabung di Kelompok Tani Sumber Jadi, Desa Antar Raya, Kecamatan Marabahan mengatakan, sentra perkebunan semangka di daerahnya membuktikan bahwa Batola tidak hanya menjadi daerah penghasil tanaman pangan berupa padi, tetapi juga buah-buahan.

Pada musim ini, kelompok tani tersebut berhasil memanen semangka di lahan seluar lima hektare dengan hasil 15 ton.

Selain Bupati, juga hadir Ketua DPRD Saleh, Dandim 1005 Batola Letkol Arm Arie Priyudono, Kapolres Batola AKBP Lalu Mohammad Syahir Arif SIK, Kajari Batola Eben Neser Silalahi, Kadis Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalsel H Syamsir Rahman, dan beberapa pejabat lainnya.

Mencapai lokasi panen, rombongan harus menumpang kelotok (perahu bermesin) selama 30 menit menerobos kawasan perkebunan karet warga.

“Buah semangkanya sangat manis. Ini tidak kalah bersaing dengan semangka dearah lain. Apalagi buahnya besar-besar,” kata Bupati, usai mencicipi semangka yang disuguhkan warga.

Menurut Bupati, apa yang dilakukan Kelompok Tani Sumber Jadi ini bisa menjadi contoh bagi petani lainnya, dalam memanfaatkan lahan yang tidak terpakai untuk sumber penghasilan yang menguntungkan.

Dia meminta para petani bisa memanfaatkan lahan kosong untuk bercocok tanam, seperti jagung, cabai, semangka serta tanaman lainnya yang memiliki waktu singkat, sehingga di masa mendatang Batola tidak hanya dikenal sebagai penghasil komoditas pangan, namun juga komoditas hortikultura.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed