oleh

HUT RI Sudah Tertanam Dihati Warga Desa

Muba, jurnalsumatra.com – Meski baru mendekati akhir bulan Juli, namun semarak menyambutan Hari Ulang Tahun (HUT) RI  sudah terasa di kalangan masyarakat pedesaan. Hal ini menandakan kalau peringatan Hari kemerdekaan itu sudah tertanam dihati rakyat NKRI khususnya di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba). Misalkan Desa Rimba Ukur (C5) Kecamatan Sekayu yang warga nya terlihat antusias untuk menyambut HUT-RI Ke-76 dengan cara bergotong royong membersihkan lingkungan. Uniknya lagi sampah atau limbah rumput bekas gotong-royong didesa Rimba Ukur diambil untuk diolah menjadi pupuk. Dikarenakan Dusun II Desa tersebut menjadi salah satu Percontohan Program Pemanfaatan Lahan Pekarangan.

“Dari instruksi, segala rangkaian permainan khas peringatan Hari kemerdekaan, seperti balap karung, panjat pinang dan lain sebagainya ditiadakan, akibat pandemi Covid-19. Namun kami tetap antusias menyambut hari Kemerdekaan itu.”Ujar Kades Rimba Ukur, Pi’u disaat bergotong-royong membersihkan lapangan bola kaki bersama prangkat dan warganya, Jum’at (23/7/2021).

Dijelaskannya, bergotong-royong membersihkan lingkungan sangatlah bagus untuk menjaga kesehatan terlebih lagi di tengah pandemi covid-19.“Kegiatan gotong-royong ini rutin  kita lakukan satu kali dalam tiga bulan. Dikarenakan saat ini menjelang HUT RI Ke- 76, maka warga desa antusias untuk ikut bergotong-royong membersihkan lingkungan.

Alhamdulillah berkat kekompakan desa kami tertata rapih. Jadi walaupun tanpa adanya kegiatan atau perlombaan, dengan suasana lingkungan rapih dan bersih, maka hari Proklamasi Kemerdekaan itu tetap semarak.”Pungkasnya. Sementara, ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Pertiwi sari Desa Rimba Ukur, Sunaryati menjelaskan, bahwa limbah rumput bekas gotong-royong memang sengaja diambil untuk diolah menjadi pupuk kompos.

“Dusun II desa Rimba Ukur menjadi salah-satu percontohan program pemanfaatan lahan pekarangan.  limba rumput ini akan dikelolah menjadi pupuk kompos dengan cara diperimentasi dengan EM-4, selama 14 atau 21 hari. Kemudian dapat  dimanfaatkan warga untuk memupuk tanam-tumbu di pekarangan masing masing.”Kata Sunaryati.

Sunaryati mengatakan, bahwa pembuatan pupuk kompos  oleh KWT Desa Rimba Ukur selama ini memang sudah berjalan dengan menggunakan limba daun/batang pisang termasuk rumput lainnya.

“Jadi setiap ada kegiatan gotong royong seperti ini sampah nya kami manfaatkan, hanya saja kami masih terkendala transportasi angkutan. Sehingga kadang kala banyak sampah yang mubazir tak bisa diambil, karena mobil angkutan yang kita pakai sistem sewa. Sedangkan pupuk kompos ini hanya di bagi bagikan ke warga secara gratis. (Rafik Elyas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed