oleh

Proyek Jalan Rimba Ukur-Kertajaya Menuai Protes

Muba, jurnalsumatra.com – Proyek peningkatan jalan Kabupaten antar kecamatan yakni jalan desa Rimba Ukur Kecamatan Sekayu, sebagai akses penghubung desa Kertajaya Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) ditahun anggaran 2021 ini dikeluhkan warga bahkan diprotes oleh toko pemuda. Pasalnya, pengerjaan proyek betonisasi jalan yang bersumberkan APBD Provinsi Sumatera Selatan dengan biaya miliaran rupiah itu, tidak dilengkapi dengan rangka besi yang biasa digunakan pada kontruksi beton jalan pada umumnya.

Seperti dikatakan Guntoro alias Gun’s motor (31) warga desa Kertajaya, laki laki yang kerap menyuarakan kurusakan jalan Kertajaya -Rimba Ukur melalui akun fecebook nya ini, mengaku kecewa setelah mengetahui peningkatan jalan tersebut tidak dilengkapi rangka besi. “Alhmdulilah pak ditengah pandemi yang berangsur membaik ini, Pemkab Muba telah melaksanakan peningkatan jalan Rimba ukur- Kertajaya..

Hanya saja dalam peningkatan jalan tersebut, ada kekecewaan kami warga atau penguna aktif jalan. Dikarenakan jalan tersebut hanya dicor, tanpa dilengkapi besi sama sekali.” Ujar Guntoro saat dibincangi wartawan Jurnal Sumatra.com  melalui via WhasApp. Gun’s juga mengatakan, melihat dari tekstur tanah, peningkatan jalan tanpa besi sama sekali itu sangat memungkinkan corbeton yang dikerjakan tidak akan bertahan lama. Apalagi jalan tersebut setiap harinya terus dilintasi kendaraan bertonase tinggi, seperti mobil mengangkut karet, kayu dan buah kelapa sawit.

Contohnya, kita semua sudah melihat sendiri, jalan Rimba Ukur-Kertajaya yang ada disekitaran masakan minyak itu, belum berapa lama corbetonnya  sudah berantakan gara-gara tidak menggunakan rangka besi.”Sesalnya. Senada dengan Eka Budianto SH.MH warga desa Rimba Ukur. Karena dia berpendapat salah satu kekuatan cor beton ada pada tulang atau rangka besi.

“Kalau tidak salah, berdasarkan perkembangan yang terjadi pada dunia konstruksi, salah satu jenis mutu beton yang banyak digunakan yaitu dengan mutu beton K300, jenis beton yang secara umum digunakan pada konstruksi strukutral, atau jenis bangunan yang memiliki ragam rangkaian besi. Tidak tau dengan yang sedang dikerja saat ini K300 atau K250. Tapi yang jelas bagaimana mau kuat jika tidak dilengkapi rangka besi sama sekali.”Ujarnya.

Salah satu, toko pemuda desa Rimba Ukur yang meraih gelar S2 jebolan Universitas Merdeka malang Jawa Timur dengan peringkat terbaik ini, juga mengatakan bahwa proyek peningkatan jalan tersebut perlu untuk ditinjau bagi  para penegak hukum. “Disini kita tidak mengatakan adanya indikasi penyimpangan. Tapi selaku warga setempat kita berhak loh, untuk mengetahui. Karena dilihat dari papan anggaran dananya cukup besar, sedangkan volume pekerjaan hanya sepanjang 519 meter, tidak dilengkapi rangka besi pulah. Jelas sebagai generasi penerus saya khawatir dengan mutu jalan corbeton tersebut untuk jangka panjang,”Tegas Budi.

Namun ketika dikonfirmasi pihak kontraktor tekesan ingin mengelabui warga. Pasalnya Udin yang bertugas selaku pelaksana lapangan mengatakan, kalau proyek corbeton yang tengah mereka kerjakan itu jenis K250. Padahal proyek tersebut jenis K300. “Dari RAB memang tidak menggunakan rangka besi pak, termasuk besi sambung corbeton,” kata Udin.

Udin menjelaskan, “bahwa proyek yang tengah mereka kerjakan bersumberkan dana APBD provinsi bantuan dari gubernur jenis beton K250. Volume 519 meter dengan kelebaran 5 meter.”Jelas dia. Berdasarkan pantauan, proyek peningkatan jalan Cor beton tersebut, dikerjakan oleh CV. Putra Wijaya dengan nilai kontrak sebesar Rp 1.986. 670.000. Selain tidak dilengkapi rangka besi, agregat dari lantai kerja proyek tersebut juga dinilai tipis, karena diduga tidak dilapisi agregat kelas B terlebih dahuluh.Tinggal lagi Jurnal Sumatra.com melihat hasil nya kedepan untuk pemberitaan selanjutnya.

Sementara ketika dimintai keterangan melalui via WhatsApp pihak PU.PR Muba juga mengatakan kalau proyek tersebut memang tidak menggunakan rangka besi dan plastik. “Fik ikak (ini) madik, memang tidak pakai besi dengan plastik.  Masala agregat untuk jalan kertajaya ada, kami sudah ngeceknya sesuai vulome dan untuk mutu K300.”Ujar Suandi Effendi selaku PPTK proyek tersebut. (Rafik Elyas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed