oleh

Lagi-Lagi Proyek Corbeton Tak Menggunakan Besi

Muba, jurnalsumatra.com – Proyek peningkatan jalan corbeton di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) tahun anggaran 2021 ini dengan nilai kontrak miliaran rupiah yang bersumberkan Dana bantuan Gubernur Sumatra Selatan ditemukan tidak menggunakan rangka besi. Seperti proyek peningkatan jalan Kabupaten antar Kecamatan yaitu jalan desa Rimba Ukur (C5) Kecamatan Sekayu sebagai akses penghubung desa Kertajaya Kecamatan Sungai Keruh yang belum lama ini sempat dipublikasikan Jurnal Sumatra.com karena menuai protes dari toko pemuda.

Dan juga peningkatan jalan kabupaten didesa  Warga Mulya (B4) Kecamatan Plakat Tinggi Kabupaten Muba. Selain betonisasinya tidak dilengkapi rangka besi, proyek peningkatan jalan yang tengah dikerjakan oleh PT. Davia  ini juga tidak ditemukan papan anggaran. “Papan proyek itu kito pasang didepan ternyata hilang, pihak Pu juga nanyo, tapi kami ada dekumentasinya, karena sudah kami foto.”Ujar Berry alfikro yang bertugas sebagai pelaksana lapangan saat di bincangi wartawan Jurnal Sumatra.com.

Beryy juga menjelaskan, bahwa proyek peningkatan jalan corbeton di desa Warga Mulya jenis K300 dikerjakan oleh PT. Davia dengan nilai kontrak hampir 3 miliar dengan volume 790,7M. “Cuman kita bagi 5 spot, kami koordinasi dengan pak kades kan minta berapa spot-spot. Kita tidak menggunakan behel pak termaksuk plastik,  ya.. Cuma dari bos kami pasang untuk dipinggirnya.  Kalau dari RAB tidak ada pak, hanya bonus lah dari bos. “Jelasnya.

Sementara ketika dikonfirmasi, Kepala Dinas PU-PR Muba Herman Mayori melalui PPTK proyek tersebut, Suandi Effendi mengatakan, bahwa proyek peningkatan jalan di desa Warga Mulya itu bersumberkan dana bantuan Gubernur dengan nilai kontrak Rp . 2.982.259.000. “Dulu ada papan proyek nya.” Kata Suandi melalui via WhantsApp.

Ketika dimintai tanggapan, mengenai adanya peningkatan jalan dengan corbeton dengan mutu K300, namun tidak menggunakan rangka besi. Selaku PPTK Suandi menjawab, bahwa beton jenis K300 tidak mesti pakai rangka besi. “Na..kawan,  K300 tidak mesti pakai besi. Kalu kita mau pakai besi pacak pulek (juga bisa) tapi sesuai dengan rencana.  Kalu kekuatan kekuatan betonnya K300 yang pakai besi dengan yang tidak pakai besi sama.”jawabnya melalui pesan singkat.

Sekedar perbandingan, Jalan beton merupakan bangunan jalan yang dibuat melalui perkerasan kaku atau rigid pavement yaitu kontruksi dengan bahan baku agregat dan menggunakan semen sebagai bahan pengikat. Sehingga kekuatan nya cukup tinggi dan lebih unggul dibandingkan aspal.

Oleh sebab itu, pemerintah saat lebih banyak menggunakan corbeton untuk peningkatan jalan, baik itu jalan Kabupaten maupun jalan provinsi karena corbeton mampu untuk menahan beban yang lebih berat. Hanya sayangnya, dari pantauan khususnya di kabupaten Muba, banyak badan jalan yang telah dibangun dengan corbeton disekitar tahun 2013- 2016, sekarang ini sudah berantakan.

Misalkan, jalan corbeton di desa Rimba Ukur penghubung desa Kertajaya yang kondisinya saat ini sudah berantakan. Jalan corbeton penghubung desa Kramat Jaya Kecamatan Sungai Keruh dan Jalan corbeton desa Sido Rahayu (B2) penghubung desa Bukit Indah Kecamatan Plakat Tinggi yang fisik nya belum lama ini digusur untuk ditingkatkan kembali. Termasuk jalan corbeton penghubung desa Warga Mulya (B4) Kecamatan Plakat Tinggi yang kini tinggal puing.

Entah apa yang terjadi, yang jelas ini telah menggambarkan kalau pembangunan diera moderenisasi dan serba berkecukupan ini kalah dengan bangunan dijaman kolonial Belanda. Pasalnya, meski dikerjakan dengan serba manual, bangunan bersejara peninggalan Belanda/Jepang yang berusia ratusan tahun itu, masih terlihat berdiri kokoh, jangankan dapat rontok digosok dengan tangan, di bodam sekalipun corbeton nya belum tentu pecah dan hanya mengeluarkan percikan api. Misalkan, Jembatan Ampera terutama  Jembatan Teluk Kecamatan Lais. (Rafik Elyas).

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed