oleh

Arisandi : Jalan Kami Kian Rusak Oleh Camera

Muba, jurnalsumatra.com –  Kondisi jalan dalam desa Tebing Bulang, Kecamatan Sungai Keruh, Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) sekarang ini dalam keadaan memprihatinkan. Mulai dari lubang, debu, becek, genangan air menghiasi jalan dalam kota Kecamatan itu. Tidak hanya itu, gorong-gorong (plat Deuker) yang terletak dijalan dalam desa tersebut juga terancam ambruk. Meski sudah beberapa kali diajuhkan bahkan beberapa kali pulah ditinjau dan dipotoh dari berbagai pihak. Namun sejauh ini kedua fasilitas itu tak kunjung diperbaiki.

Maka dari itu, dengan adanya Kepala Dinas PU-PR Muba yang belum lama ini meninjau langsung ke lokasi, kepala desa Tebing Bulang, Arisandi A.Md sangat berharap agar peningkatan badan jalan dan Plat Deuker tersebut dapat segera dilaksanakan. “Selama ini hanya sebatas ditinjau dan dipotoh dari berbagai pihak, beruba jalan kami dan Plat Deuker itu tambah rusak oleh lensa Camera.”Canda Arisandi saat dibincangi Jurnal Sumatra.com diruang kerjanya, Rabu (8/9/2021) pagi.

Laki -laki yang gemar bermain Voly ini, juga berharap kebijakan dari Pemkab untuk mengatasi permasalahan ini.  Karena menurut dia jika tidak segera diperbaiki plat Deuker tersebut bisa ambruk ke sungai. “Belum lama ini, ada kepala Dinas PU PR Muba meninjau lokasi. Muda-mudahan dengan adanya kepala dinas yang meninjau secara langsung, kalu (besar kemungkinan) peningkatan badan jalan dan plat Deuker itu, dapat segera dilaksanakan. Lagi pulah, apabila kedua fasilitas itu tidak segera  diperbaiki, ketika ada pemilihan presiden, Gubernur, Bupati dan DPR, warga mulai dari Kalangan (pasar mingguan) itu tidak mau pilih (golput).” Kata Aris.

Terpisah, Sikin (56) warga desa Tebing Bulang mengatakan, bahwa jalan dalam desa nya itu sudah lama mengalami kerusakan. “Sudah lama pak, karena usai dibangun sekitar tahun 2009 lalu, sampai sekarang jalan ini belum pernah ditingkatkan. Kemudian oleh warga lubang lubang-pada badan jalan itu ditimbun menggunakan batu koral maupun pecahan batu bata. Lihat tu, hampir sepanjang jalan ini penuh dengan tambalan.” Ujar Sikin sembari menunjukan lubang jalan yang ditimbuni dengan pecahan batu-bata.

Lanjut Sikin, termasuk gorong-gorong, coba pak wartawan turun dari tangga itu, untuk melihat kedalam gorong- gorong, pasti setelah kamu lihat kondisinya, kamu akan takut untuk melintasinya.”Ujarnya lagi. Sementara, Herianto (55) warga setempat, mengatakan, bahwa kerusakan jalan tersebut berpotensi atau dapat memicu terjadi perseteruan sesama pengguna jalan maupun warga lainnya.

“Pada musim hujan kan, lubang jalan itu digenangi air, sedangkan jalan ini ramai dilalui warga. Nah, itu kerap terjadi ketika lubang lubang yang berisi air itu dilalui pengendara roda dua maupun roda empat, air lumpur itu mengenai pejalan kaki maupun sesama pengendara.”Ungkap nya. (Rafik Elyas

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed