oleh

Panen padi Katingan hasilkan 100.560 ton GKG

Kasongan, Kalteng, jurnalsumatra.com – Panen padi sawah musim tanam 2019 dan 2020 di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah berhasil memanen gabah kering giling (GKG) sebanyak 100.560 ton.

“Meski pandemi COVID-19 para petani kita dapat panen gabah kering giling tersebut, kita patut mengapresiasi,” kata Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Katingan Yossy S. Djala di Kasongan, Jumat.

Menurut dia, pada Januari-Desember 2019 luasan sawah yang melaksanakan panen di Katingan adalah 20.636 hektare dengan produktivitas 27,94 kuintal/hektare dan menghasilkan produksi GKG sebanyak 57.645 ton.

Kemudian pada 2020 luasan sawah yang panen terjadi penurunan jumlahnya mencapai 5.103 hektare, sehingga pada tahun itu yang panen berjumlah 15.533 hektare.

Penurunan ini ikut mempengaruhi jumlah produktivitas dan produksi GKG yang jumlahnya menurun menjadi sebanyak 27,63 kuintal/hektare dan 42.915 ton. Kondisi itu disebabkan diantaranya oleh faktor tanah dan irigrasi rawa.

Setiap panen rata-rata dalam satu hektare para petani menghasilkan GKG giling mencapai 3-4 ton dengan dua kali panen dalam setahun. Saat ini hasil pertanian padi sawah Katingan masuk tiga besar terbanyak produksi gabah kering giling di Kalteng.

“Untuk 2021 ini belum kami rilis jumlahnya karena musim tanam tahun ini belum berakhir dan BPS belum bisa rilis,” ucap Yossy.

Ia menerangkan dari 13 Kecamatan yang ada di Katingan hanya tujuh kecamatan yang memiliki lahan pertanian padi sawah, yakni Kecamatan Katingan Kuala, Mendawai, Tewang Sanggalang Garing, Pulau Malan, Katingan Tengah, Sanaman Mantikei dan Katingan Hulu.

“Paling luas lahan pertanian padi sawah berada di Kecamatan Katingan Kuala dengan luas 13.839 hektare,” tutur Yossy.

Desa penghasil padi di Katingan Kuala diantaranya Jaya Makmur, Makmur Utama, Subur Indah, Bumi Subur, Bangun Jaya, Kampung Baru, Salat Baning, Kampung Keramat dan Kampung Tengah.

Ia mengatakan varietas padi yang ditanam oleh para petani di Katingan beraneka ragam mulai IR 42 sampai Inpari 42. Khusus untuk benih Inpari 42 yang berasal dari Katingan telah diakui kualitasnya secara nasional.

“Pada 2020 lalu sebanyak 100 ton bibit jenis Inpari 42 diminta oleh PT. Pertani untuk dikembangkan di daerah lain, hal ini membanggakan kami,” demikian Yossy.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed