oleh

Satgas: Pemkot Pangkalpinang awasi ketat pasien COVID-19 isoman

Pangkalpinang, jurnalsumatra.com – Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi Kepulauan Bangka Belitung meminta Pemerintah Kota Pangkalpinang mengawasi ketat pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri secara ketat, guna menekan kasus kematian akibat virus corona yang tinggi.

“Saat ini, kasus kematian pasien COVID-19 tertinggi terjadi di Kota Pangkalpinang yaitu 2,35 penduduk/100.000/minggu,” kata Sekretaris Satgas COVID-19 Provinsi Kepulauan Babel Mikron Antariksa di Pangkalpinang, Selasa.

Ia mengatakan tingginya tingkat kematian pasien COVID-19 di Kota Pangkalpinang, karena masih banyaknya pasien COVID-19 yang melakukan isolasi mandiri, tetapi tidak terawasi dengan baik.

Selain itu pasien COVID-19 menjalani isolasi mandiri yang dirujuk ke rumah sakit merupakan pasien COVID-19 dengan gejala berat, sehingga penanganannya menjadi semakin sulit.

“Kami mengharapkan kerja sama dan komitmen pemerintah kota serta Satgas COVID-19 Kota Pangkalpinang untuk dapat mengisolasi pasien ini ke isolasi terpusat,” katanya.

Menurut dia kabupaten terendah kasus kematian pasien akibat COVID-19 ini terdapat di Kabupaten Belitung dan Belitung Timur, yakni sebesar 0,00 penduduk/100.000/minggu, karena kebijakan pemerintah kabupaten mengisolasi seluruh pasien ke isoter.

“Terbentuknya Satgas Oksigen, tersedianya obat-obatan dan nakes serta adanya percepatan vaksinasi, turut berkontribusi dalam hal penurunan tingkat kematian
pasien di Babel,” katanya.

Ia menambahkan tingkat kematian di tempat isolasi mandiri di Babel juga cenderung mengalami penurunan seiring dengan tersedianya tempat isoter serta kondisi rumah sakit rujukan yang sudah kembali normal tingkat ketersediaan tempat tidurnya.

“Saat ini, tempat tidur pasien COVID-19 di isoter banyak yang kosong, seiring semakin melandainya orang terpapar virus corona ini,” katanya.(anjas)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed