oleh

SMPN 5 Lahat Upacara HGN dan HUT PGRI

Lahat, jurnalsumatra.com – Bupati Lahat Cik Ujang SH langsung pimpin upacara peringatan HUT ke-76 PGRI dan hari guru nasional (HGN) tahun 2021 yang mengambil tema ” Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh Indonesia Tumbuh. Pelaksanaan upacara tersebut, dipusatkan di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN 5) Lahat, pada Kamis (25/11/2021) sekira pukul 08.05 WIB.

Turut hadir dalam kegiatan Bupati Lahat Sekda Lahat Chandra SH MM, Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homizi ST, Dandim 0405/Lahat diwakili Pasipers, Kapolres Lahat yang diwakili , Asisten I, Kadis Dikbud Lahat, Inspektur Inspektorat, ketua PGRI Lahat, OPD, Ketua TP PKK Lahat Ketua GOW Lahat dan peserta upacara dari guru sekab Lahat.

Dalam kesempatan tersebut di bacakan ikrar guru dan sejarah singkat Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI). Bupati Lahat Cik Ujang SH yang juga sebagai pemimpin Upacara membacakan amanat Nadiem Anwar Makarim menyampaikan Ibu dan Bapak guru di seluruh Indonesia.

Saya hari ini benar-benar semangat karena sekarang kita bertemu untuk memperingati Hari Guru Nasional. Jadi hari ini adalah harinya semua Ibu dan Bapak guru di Indonesia untuk merayakan bersama seluruh pendidik di berbagai belahan dunia. Namun bagi kami di Kemendikbudristek, setiap hari adalah hari guru. Karena seperti Ibu dan Bapak guru yang tidak pernah berhenti mengabdikan diri untuk mendidik anak-anak kita, kami juga berupaya terus memberikan pelayanan terbaik bagi para guru dari Sabang sampai Merauke.

Ibu dan Bapak yang saya hormati, Selama hampir dua tahun terakhir, Ibu Bapak guru terus berjuang memberikan pendidikan di tengah semua tantangan pandemi. Guru-guru ditantang untuk memanfaatkan teknologi membuat pembelajaran daring harus menarik bagi semua murid. Sementara di daerah yang sulit akses internet, banyak guru yang menantang risiko dengan mengajar dari rumah ke rumah.

Dengan hal ini, kami berupaya membantu dan mendukung para pendidik dan tenaga kependidikan dengan menghadirkan beragam paket kebijakan, Kami melaksanakan relaksasi dana BOS sehingga bisa digunakan untuk membayar honor guru non-PNS, guru-guru honorer.

Kami memberikan Bantuan Subsidi Upah untuk pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS, Kami memberikan opsi bagi guru untuk menerapkan kurikulum darurat, yang lebih ramping, lebih sederhana. Kami membagikan modul pembelajaran di masa khusus untuk membantu pembelajaran di daerah yang sulit akses internet, dan kami mengembangkan platform Guru Belajar dan Berbagi sehingga para guru dapat saling belajar dari rekan sejawatnya dalam mengembangkan pembelajaran.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed