oleh

Ketua SMSI PALI Ziarahi Makam Sultan Mahmud Badaruddin II

Makassar, jurnalsumatra.com – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), Habibi M Aridi S Kom I disela kegiatanya di Provinsi Maluku Utara menyempatkan diri untuk ziarah ke Makam Sultan Mahmud Badaruddin II, sang Sultan bernama asli Raden Hasan Pangeran Ratu itu berada tepat di lokasi Pemakaman Islam, Kelurahan Makassar Barat Ternate Tengah, Kamis (19/05/2022).

Menurut sejara Sultan beberapa kali terlibat pertempuran dengan Tentara Inggris dan Belanda, Sultan Mahmud Badaruddin II, Sultan Palembang Darussalam ketujuh itu, akhirnya ditangkap dan diasingkan ke Ternate. Bersama keluarga beserta pengikutnya, Ia kemudian hidup selama 30 tahun di Ternate.

Pantauan di lokasi TPU tampak kondisi makam dalam keadaan yang sangat terawat. Jika dilihat dari keterangan pada dinding utama pagar sebelah kanan, terdapat keterangan bahwa makam ini di bangun atau direhab terakhir pada masa Gubernur Sumatera Selatan, Sainan Sagiman pada tanggal 26 Agustus 1989.

Lengkapnya tertulis pada prasasti: “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa Makam Pahlawan Nasional Sultan Mahmud Badaruddin II diresmikan Tanggal 26 Agustus 1989 Gubernur Kepala Daerah Tingkat I Sumatera Selatan, ditandatangani H. Sainan Sagiman”. Komplek makam dikelilingi oleh dinding yang cukup tinggi pada bagian tengah depan bentuknya dibuat serupa dengan pintu gerbang BKB (Benteng Kuto Besak). Dibuat mirip, karena BKB sebetulnya adalah Keraton Kuto Besak yang dulunya adalah Keraton SMB II, istananya tempat dia memerintah Kesultanan Palembang Darussalam.

Ketika dikalahkan oleh Belanda pada 1821, dia bersama keluarganya dibuang ke Ternate, dan pada tahun 1825 Kesultanan Palembang dinyatakan sudah tidak ada lagi. Oleh Belanda, karena tidak mampu untuk membangun benteng sendiri, yang tadinya.

Dalam kesempatan tersebut Habibi M Aridi, yang juga ketua OKK DPD KNPI Kabupaten PALI mengatakan sangat bersyukur bisa Ziarah ke Makam Sultan, yang merupakan kebanggaan wong Sumsel dan beliau juga merupakan Pahlawan Nasional, di sebuah bangunan berdiri gagah, dimana didalam bangunan itu, ada tiga kuburan yang berdekatan dan puluhan kumburan yang tesusun rapi.

Jasad sang sultan berada di tengah, sedangkan disisi kanannya adalah kuburan istrinya, Ratu Ulu Nyimas Zubaidah binti Kemas Haji Muhammad Alim, sementara di sisi kirinya adalah Guru Agama Sultan, Al-Habib Umar bin Muhammad Assagaf dan beberapa kuburan lainya yang tesusun rapi.

“Alhamdulillah saya sangat bersyukur bisa ziarah secara langsung di makam Sulatn, di sekitar area itu, terdapat puluhan kuburan berderet rapi yang diyakini adalah kuburan keluarga dan pasukan setianya yang kala itu ikut diasingkan ke Ternate, semoga kita di permukaan di Suraga oleh Allah msakipun kita tidak bertemu didunia.” Ujar Habibi yang juga Sektaris PWI Kabupaten PALI. (Red)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed