oleh

Gadis 17 Tahun di OKI Diculik saat Duaan dengan Pacarnya

OKI, jurnalsumatra.com – Sepasang remaja di Ogan Komering Ilir (OKI) menjadi korban penculikan dan perampokan di kawasan Embung Konservasi Jalan Lintas Timur Kayuagung, OKI, kejadian tersebut ketika keduanya berniat menikmati suasana malam, selasa malam sekira pukul 21.30 WIB saat keduanya sedang asik berbincang di kawasan Embung Konservasi.

Menurut keterangan korban ia didatangi saat duduk bercerita, lalu enam orang yang mengendarai mobil minibus berwarna putih mengaku sebagai polisi datang menggeledah.

Usai memeriksa, pelaku memaksa kedua korban masuk ke dalam mobil. Lalu salah satu dari keenam pelaku membawa motor milik korban.

Saat berada di dalam mobil, korban dipaksa untuk menyerahkan barang berharga milik korban. Usai merampas telepon seluler milik korban, korban laki-laki Hn dibuang di kawasan kebun karet Tanjung Tamiang, Ogan Ilir.

 

Menurut keterangan ayah Dn Een, anaknya pamit untuk pergi ke tempat tersebut bersama pacarnya. Namun hingga beberapa jam berlalu, keduanya tak kunjung pulang.

Ia mengatakan, anak dan pacarnya sempat ditutup matanya sembari merampas barang berharga milik korban.

“Anak saya (Dn) selama di mobil ditutup matanya,” ucapnya, Rabu (1/6/2022).

Ia juga menjelaskan bahwa korban Hn terlebih dahulu dibuang di kawasan Sungai Pinang, Ogan Ilir.

“Korban Hn harus menempuh perjalanan hingga ditolong warga dan diantarkan ke rumahnya di Sungai Pinang,” ujarnya.

Sementara Dn berhasil melarikan diri di kawasan Desa Penyandingan, OKI. Korban berhasil melarikan diri ketika salah satu pelaku merampas kalung miliknya.

“Saya berjalan di kawasan hutan, lalu ada orang yang mengantarkan saya ke rumah Kades Penyandingan,” ujar Dn, Rabu (1/6/2022).

Dn mengatakan, ia meminta tolong dan diantarkan pulang oleh Kades Penyandingan ke rumahnya di Kelurahan Jua-jua, Kayuagung.

“Kami dipaksa masuk dan ditutup mata sembari dipaksa menyerahkan barang berharga milik kami,” ucapnya.

Ia juga mengatakan, pacarnya lebih dulu dilempar keluar mobil di hutan karet kawasan Sungai Pinang.

 

“Terakhir memaksa saya untuk menyerahkan kalung dan memukul muka saya. Saat itulah kesempatan saya melarikan diri,” ucapnya.

Dari korban, keenam pelaku berhasil membawa kabur dua buah telepon seluler, uang, kalung dan satu buah motor Yamaha Vixion.

Setibanya di rumah, korban Dn bersama keluarganya melaporkan kejadian tersebut ke Polres OKI.

Oleh pihak kepolisian, laporan korban tersebut ditangani Sat Reskrim Polres OKI. Dengan sigap, anggota Sat Reskrim langsung melakukan pengejaran terhadap keenam pelaku.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed