oleh

Program Inovasi Budidaya Porang Muba Raih Penghargaan

Ia menambahkan, dulu saat Porang ini tengah populer kepastian harga untuk basahnya saja Rp17 ribu untuk awal-awal, kalau sekarang sekarang hanya Rp5 ribu. Popularitas tanaman ini pun kian meningkat, mengingat porang juga memiliki banyak sekali manfaat. Porang memiliki nilai yang strategis dan peluang besar untuk dikembangkan serta diekspor.

“Tetap saja lebih menguntungkan dibandingkan menanam yang lain dan butuh modal besar serta perawatan yang rumit. Apalagi tanaman porang ini sempat menjadi sorotan Presiden Jokowi karena bisa menjadi komoditas ekspor baru yang memberikan keuntungan tinggi,” ungkapnya.

Bahkan hasil dari tanaman Porang miliknya bisa dijual sampai ke Jawa dan diekspor keluar negeri salah satunya negara Jepang. “Baru pertama kali menanam Porang ini, dan ini panen perdana. Jadi masih bertahap dan semoga saja hasilnya sesuai yang diharapkan,” ungkapnya.

Dari hasil Porang ini dirinya mampu menghidupi istri dan ketiga anaknya hingga ke bangku kuliah. Ia juga bisa membuat usaha sendiri yakni wahana permainan air di daerahnya. “Alhamdulillah semua berkat modal sendiri dan saya bisa mengembangkan budidaya Porang ini sehingga menghasilkan,” pungkasnya.

Dalam rangkaian Sarasehan Nasional dengan Tema “1001 Cerita dari Bumi Sriwijaya untuk Indonesia Menuju Sumsel Mandiri Pangan” tersebut juga turut dihadiri Direktur Perbenihan Hortikultura Kementerian Pertanian Dr. Inti Pertiwi Nashwari, SP, MSi dan Tokoh Petani Sumsel Komjen Pol (Purn) Susno Duadji. (Rafik Elyas/ril)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed