oleh

RHA Menjadi Narasumber Yudisium Bina Sriwijaya Palembang

Palembang, jurnalsumatra.com –  Akademi Manajeman Informatika dan Komputer (AMIK) Bina Sriwijaya Palembang menggelar Yudisiawan dan yudisiawati dengan tema “Menciptakan alumni yang memiliki kompetensi dalam menghadapi persaingan revolusi industri” yang diselenggarakan Di AMIK Bina Sriwijaya Palembang, Kamis (10/11/2022).

Pakar Komunikasi Politik serta dosen Ilmu Komunikasi Dr.H.Rahidin  H.Anang, MS mengatakan, Kegiatan hari ini adalah pembekalan alumni baru yudisium dalam rangka persiapan wisuda Sarjana baru dari bina Sriwijaya dengan tema “bekerja di era society atau 5.0” sebuah tantangan dan harapan.

“Seperti yang saya sampaikan tadi bahwa para mahasiswa itu dari awal masuk dari perguruan tinggi harus memiliki dua item, yang pertama mahasiswa harus memiliki komunikasi skill, memiliki kemampuan komunikasi karena sekarang sudah eranya komunikasi teknologi. Rahidin menjelaskan, komunikasi itu persoalan penguasaan bahasa bukan hanya komunikasi ngobrol atau ngomong tapi mahasiswa harus mampu menguasai bahasa, baik bahasa Indonesia maupun bahasa asing.

“Yang kedua adalah IT literasi menguasai teknologi, jadi mahasiswa harus menguasai betul teknologi karena ini sudah zamannya teknologi digital. dua item ini untuk menopang SDM para calon sarjana baru, sehingga mudah untuk membawa dirinya untuk mengemban masa depan yang lebih baik,”Terangnya”

Menurutnya, menjadi Mahasiswa jangan menyia-nyiakan peluang. Rahidin berpesan kepada mahasiswa apapun pekerjaan yang kita dapat sekarang, yang bisa kita gapai, harus laksanakan. Dan terpenting harus fokus dalam menjalankan sesuatu pekerjaan. “Para calon sarjana baru harus mempersiapkan diri mulai dari aspek penguasaan komunikasi, menguasai teknologi. Jika dua ini bisa dipersiapkan maka apa yang diinginkan oleh pihak perguruan tinggi ini bisa tercapai,”Bebernya.

Lebih lanjut Rahidin menuturkan, Langkah langkah yang harus dilakukan oleh para mahasiswa jika belum punya kesempatan dan kemampuan untuk jadi ASN, PNS, Swasta, maka wirausaha menjadi peluang untuk para sarjana baru. memanfaatkan potensi, memanfaatkan ilmu yang didapat dan dikembangkan, itulah yang dimaksud dengan mahasiswa kreatif dan inovatif.

“Sekarang tantangan kedepan lebih berat karena menghadapi perubahan teknologi yang begitu cepat yang kita dihadapi, persoalan-persoalan bagaimana kualitas yang ada pada insan manusia terutama para sarjana baru,”Ungkapnya. Rahidin berharapan kedepan kepada para mahasiswa, yang pertama harus banyak membangun koneksitas dengan para alumni, sesepuh, para senior dan para mahasiswa sehingga terjalin komunikasi yang kuat. Kedua para alumni harus ingat ketika berhasil dan sukses itu merupakan karya dan jasa dari para dosen, guru yang selama ini membekali untuk menjadi orang yang lebih baik. “Kedepan para alumni masih tetap eksis terhadap alumni, terhadap almamater tempat belajar,”pungkasnya (Rafik Elyas/Ken)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed