oleh

Ketua dan Pengurus PWI Lahat Resmi Dikukuhkan

Lahat, jurnalsumatra.com – Kepengurusan PWI Kabupaten Lahat periode 2023-2026 resmi dilantik. Konferensi PWI Lahat ke III yang digelar Senin (20/2/2023) lalu, menghasilkan Nurmala sebagai Ketua PWI Lahat terpilih, dengan mengantongi 18 suara dari 38 hak pilih.

Pelantikan PWI Lahat berlangsung meriah, dihadiri langsung Bupati Lahat, Cik Ujang SH bersama Ketua TP PKK Kabupaten Lahat, Lidyawati Cik Ujang, Ketua GOW Lahat, Ketua DPRD Lahat, Fotrizal Homizi ST, M.Si, Wakil Ketua II DPRD Lahat, Sri Marhaeni Wulansih SH, anggota DPRD Lahat, Andi Sucitera M.Si, Forkompinda, Kepala OPD, Dandim 0405/Lahat Letkol Inf Toni Oky Priyono S.I.P, Kajari Lahat, Kapolres Lahat, diwakili Kabag Ops Aan Sumardi SE, MM, Kepala Bapan, Kepala Lapas kelas IIA Lahat, Kepala Pengadilan Negeri (PN) Lahat, Ketua Panwas Lahat Andra Juarsyah SPdi, Ketua KONI Lahat, Ketua PWI Pagar Alam dan anggota, Ketua PWI PALI beserta anggota, dan seluruh kolega PWI Lahat.

Bupati Lahat, Cik Ujang SH disela usai melantik mengatakan, terpilihnya Nurmala hasil pemilihan, sudah jadi suratan tangan. Namun Cik Ujang berharap, dimasa kepemimpinan Nurmala, insan pers di Lahat bisa bekerja secara konsisten, sebagai ujung tombak penyebaran informasi yang mengedukasi, membangun dan mensejahterakan masyarakat Kabupaten Lahat.

Tidak bisa dipungkiri, dijelaskan Cik Ujang, pelantikan PWI Lahat untuk yang ini sangat meriah. Bahkan, saya lihat dari “Papan Ucapan Selamat Atas Pelantikan Ketua PWI Lahat Periode 2023-2026” pun memadati badan kiri kanan jalan. “Jika matahari nak tumbuh, siapapun tidak akan bisa menghalangi. Dengan sendirinya tuhan memberikan jalan. Ini juga sesuai amal perbuatan. Pergaulan bagus, suka menolong, dan mampu merangkul semua insan pers,” tegas Cik Ujang SH, dalam pidatonya, Selasa (21/3/2023).

Ketua PWI Sumsel, Dr H Firdaus Komar SPd MSi menuturkan, PWI merupakan organisasi paling lama, lahir 9 Februari 1946 lalu, seiring dengan kemerdekaan Republik Indonesia. Namun sampai saat ini PWI tetap ada dan hadir, dalam tiap perubahan yang terjadi di Indonesia.

“Wartawan memang didik untuk mampu dalam kondisi apapun. Dahulu wartawan ada untuk mengusir penjajah, tapi saat ini tantangannya untu melawan berita hoax, menjernihkan informasi yang muncul di masyarakat,” tutur Firdaus Komar. Firdaus Komar berpesan, berorganisasi adalah bonus pengabdian, bukan pekerjaan tambahan.Karena pekerjaan utama ialah menjalankan fungsi pers. Kemudian ikhlas menghibahkan waktu, menghibahkan reksosis tanpa berpikir mendapatkan sesuatu. Terakhir, gagasan adalah hal yang terpenting untuk eksistensi organisasi.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed