oleh

Ratusan Massa Tergabung AAMPL Akan Kembali Turun Kejalan

Lahat, jurnalsumatra.com – Tuntutan ganti rugi seluruh pemilik Lahan warga desa Keban kecamatan Lahat Kabupaten Lahat, atas ratusan hektar Lahan terletak diataran Sungai Kili dan Sungai Segung yang diduga telah diserobot dan dirusak oleh PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA (PT.KPP) Subcontraktor PT. PRIMANAYA ENERGI (PT.PE), tak kunjung temui titik terang.

Sungguh miris dan kebal akan hukum membuat PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA (PT.KPP) Subcontraktor PT. PRIMANAYA ENERGI (PT.PE), terkesan tidak memberikan peluang bagi masyarakat, khususnya pemilik Lahan yang diduga telah dirusak dan diserobot. Sehingga, walaupun telah beberapa kali Wong Cilik atau Pemilik Lahan  menggelar aksi demo menuntut kejelasan ganti rugi Lahan mereka yang telah dirusak. Namun, sedikitpun tidak digubris oleh Perusahaan tersebut, apalagi tersentuh ataupun dipanggil oleh Aparat Penegak Hukum (APH) yang ada di Kabupaten Lahat.

Bahkan, sebelumnya puluhan masyarakat dari desa Keban kecamatan Kota, Kabupaten Lahat menggelar aksi unjuk rasa (Unras) kekantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat. Aksi mereka dipimpin oleh Ganda selaku koordinasi aksi (Korak) didampingi Hilal Satri dalam Orasinya menyampaikan, Lahan milik warga desa Keban kecamatan Kota Lahat telah dijual oleh orang lain, dan oleh desa lain kepada PT Primanaya Energi, sehingga, membuat mereka harus turun kejalan guna meminta kejelasan serta ganti rugi.

Tanggal (06/03/2023) sekira pukul 09.00 WIB, Massa yang datang menggunakan kendaraan mobil dan sepeda motor (SPM), dengan titik kumpul di Lapangan Ex MTQ Lahat, dan dilengkapi dengan alat peraga seperti Baliho tuntutan, Toa, dan kelengkapan lainnya. Dilanjutkan, massa melakukan Longmarc (berjalan kaki) dari depan kantor Dinas Perhubungan Pemkab Lahat, menuju depan pagar kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Lahat, tak lama dari aksi mereka lalu, beberapa orang perwakilan dipanggil anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lahat Komisi 1 DPRD Lahat.

Dalam pertemuan dengan Komisi I DPRD Kabupaten Lahat, yang diwakili oleh Ari MPd, Hardian dan beberapa anggota DPRD Lahat turut hadir dalam pertemuan itu, dan dijanjikan akan menyelesaikan persoalan yang ada, serta akan segera memanggil tiga Pemerintahan Desa (Pemdes) termasuk pihak Perusahaan, tapi, lagi-lagi, massa tidak mendapatkan kejelasan atas ganti rugi Lahan mereka yang diduga telah diserobot dan dirusak PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA (PT.KPP) Subcontraktor PT. PRIMANAYA ENERGI (PT.PE).

Tak kunjung ada kejelasan dan ganti rugi dari PT KALIMANTAN PRIMA PERSADA (PT.KPP) Subcontraktor PT. PRIMANAYA ENERGI (PT.PE), membuat Aliansi Aktivis dan Masyarakat Pemilik Lahan (AAMPL) wilayah Desa Keban kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat, pada Selasa (28/3/2023) besok akan kembali menggelar aksi demo ke Pemerintahan Daerah (Pemda) Kabupaten Lahat.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed