oleh

Tim Gabungan Polres Muba Tutup Penyulingan Minyak Ilegal

Muba, Jurnalsumatra.com – Polisi Resort Musi Banyuasin berserta jajarannya secara bertahap terus melakukan penutupan lokasi penyulingan minyak ilegal atau Ilegal refinery yang ada di wilayah hukumnya.

Hal ini menindaklanjuti apa yang menjadi kebijakan Kapolda Sumsel Irjen pol A Rachmad Wibowo Sik agar kegiatan ilegal refinery dihentikan dan ditutup.

Dikarenakan kegiatan tersebut sudah pasti merusak lingkungan, juga telah menimbulkan kerugian negara.

Sebagaimana yang disampaikan pada saat pelaksanaan penutupan Ilegal Refinery di Simpang berdikari, Bayung lencir pada bulan lalu, tepatnya pada hari Selasa (21/11) .

Karena rantai kegiatan yang dimulai dari sumur minyak, dibawa ketempat penyulingan (ilegal refinery) lalu dimasak, yang selanjutnya minyak hasil olahan tersebut tidak langsung dipasarkan.

Baca juga : Polres Benarkan Ada Penangkapan Terduga Teroris oleh Densus 88

Tetapi dilangsir lagi ke gudang-gudang, yang kemudian minyak tersebut dioplos dengan minyak bersubsidi.

Seharusnya minyak bersubsidi bisa dinikmati oleh masyarakat kurang mampu, bukan untuk industri.

Sehingga dampaknya terjadi kelangkaan minyak bersubsidi di SPBU.

Setelah minyak dioplos dijual ke Industri dengan harga industri, dan keuntungan tersebut tidak masuk kas negara, karena tidak membayar pajak.

Beberapa hari yang lalu, tepatnya dari hari Senin (11/12) sampai dengan Rabu (13/12) sebanyak 50 Personil gabungan, polres Muba, Polsek Sanga Desa, Koramil Babat Toman, Pol PP dan pemerintahan Desa Keban 1, telah melakukan penutupan/pembongkaran lokasi penyulingan minyak ilegal (ilegal refinery) yang ada di desa Keban 1, Kecamatan Sanga Desa.

Penutupan/pembongkaran dilakukan sendiri oleh masing-masing pemilik penyulingan minyak ilegal atau dengan kata lain dilakukan bongkar mandiri.

Karena, beberapa hari sebelumnya telah dilakukan upaya pendekatan dengan melibatkan pemerintah setempat, dan masyarakat sepakat untuk menutup atau membongkar tempat penyulingan minyak ilegal secara mandiri.

Sehingga pada kurun waktu tersebut dilakukan penutupan / bongkar mandiri dengan diawasi dan dimonitor oleh personil gabungan, dan dari kegiatatan tersebut, sebanyak 43 tempat penyulingan minyak ilegal telah ditutup / dibongkar.

Kapolres Muba AKBP Imam Safii Sik MSi melalui Plt Kasat Reskrim Iptu Dedy Kurniawan SH MH, saat dikonfirmasi awak media, Kamis (14/12) membenarkan adanya kegiatan penutupan / pembongkaran tempat penyulingan minyak ilegal tersebut.

Dijelaskannya penutupan yakni di desa Keban 1 kecamatan Sanga Desa, dan sudah 43 tempat penyulingan yang ditutup.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed