oleh

Eti Listina : RAT Memiliki Arti Cukup Strategis dalam Pengembangan Koperasi

LAHAT, Jurnalsumatra.com – Ketua Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Pertanian, Ahmad Firdaus SP MMA menegaskan, untuk sisa hasil usaha (SHU) tahun buku (TB) 2023 mencapai Rp 85 Juta, yang nantinya akan dibagikan kepada 85 anggota.

“Untuk aset sendiri mengalami peningkatan cukup signifikan, yang mana untuk 2023 ini sebesar Rp 1,6 M. Pun dengan SHU sehingga para anggota pun merasakannya,” sebutnya, Selasa 6 Februari 2024.

Ia mengatakan,tingginya saldo yang ada disebakan dirintisnya sejak 1984, dan baru berbadan hukum pada 1996.

“Oleh karena itulah, melalui laporan tutup buku ini akan memberikan informasi dan kemudahan bagi anggota,” imbau dirinya.

KPN Pertanian Lahat, sambung dia, sifatnya simpan pinjam. Yang mana, SHU diberikan berdasarkan besaran anggota meminjam ataupun menyimpan.

“Manfaatnya begitu terasa sekali, untuk dipergunakan saat anak masuk sekolah, kebutuhan anggota serta lainnya,” tandas Ahmad Firdaus.

Sementara, Kepala Dinas TPHP dan Peternakan Lahat, Eti Listina SP MM mengemukakan, mengapresiasi setinggi-tingginya aset KPN Pertanian mencapai Rp 1,6 Miliar.

“Imbasnya peminjamannya pun bisa besar dengan jumlah saldo yang tinggi. Prosedur pun tidak sulit cukup surat dari pimpinan serta bendahara,” ulasnya.

Eti Listina menambahkan, tentu saja sangat mendukung untuk memberikan kesejahteraan, kepada anggota KPN Pertanian dengan fasilitas yang diberikan.

“Rapat anggota tahunan (RAT) memiliki arti dalam cukup strategis, dalam mengembangkan koperasi ke arah yang lebih baik, baik dalam laporan pertanggungjawaban, rencana kerja dan rencana anggaran serta belanja koperasi,” tegas Eti Listina.

Terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Lahat, Hery Alkahfi AP MM mengemukakan, berdasarkan laporan neraca dan saldo dari KPN Pertanian, sangat luar biasa sekali untuk selevel instansi.

“Secara keseluruhan sangat baik sekali, baik keseimbangan kas, neraca dan saldo yang dihasilkan begitu sehat,” jelas dirinya seraya menambahkan, agar sekiranya hal ini dapat menjadi percontohan bagi dinas-dinas lainnya, guna mengembangkan kesejahteraan pegawai negeri, dan semoga saja, pertumbuhan koperasi di Kabupaten Lahat dan masuk dalam kategori sehat. (Din)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

News Feed