Bambang: Pelaku Usaha Harus Berkolaborasi

Jurnal Sumatra - 19/09/2018 8:32 AM
Bambang: Pelaku Usaha Harus Berkolaborasi
 - ()
Editor

     Banda Aceh, jurnalsumatra.com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Prof Bambang Brodjonegoro menyatakan, di era globalisasi sekarang pelaku usaha harus berkolaborasi untuk meningkatkan ekonomi masyarakat.
“Sekarang baiknya jangan lagi berkompetisi dan kita harus berkolaborasi dengan berbagai industri atau lembaga untuk meningkatkan ekonomi masyarakat,” kata Menteri Bambang Brodjonegoro di Banda Aceh, Selasa.
Hal ini disampaikan Prof Bambang Brodjonegroho saat mengisi acara Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Auditorium Gedung AAC Dayan Dawood Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Darussalam, Banda Aceh.
Menteri Bambang Brodjonegroho bersama Pelaksana Tugas Gubernur Aceh Nova Iriansyah, Rektor Unsyiah Prof Samsul Rizal dan Ketua Dewan Audit OJK Ahmad Hidayat memukul rapai (rebana) secara bersamaan sebagai tanda dimulainya Forum Riset Ekonomi dan Keuangan Syariah (FREKS) selama dua hari kedepan.
Ahmad Hidayat dalam sambutannya menyatakan, Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia diyakini memiliki potensi dan peran yang signifikan dalam pasar keuangan syariah global.
“Posisi keuangan syariah Indonesia di mata dunia yang cukup baik, turut didukung dengan sistem keuangan syariah kita yang telah menjadi salah satu sistem keuangan syariah terlengkap dan diakui secara internasional,” ujar dia.
Selain itu, katanya, Indonesia juga memiliki pemandangan ekonomi syariah dan filantropi syariah yang memadai, sSehingga tidaklah heran jika sistem keuangan syariah nasional memiliki karakteristik yang berdaya tahan dan stabil.

“Krisis global tahun 2008 telah membuktikan bahwa sistem keuangan syariah memiliki daya tahan yang kuat dan stabil. Ketika itu banyak institusi keuangan yang kolaps namun lembaga keuangan syariah bisa bertahan dan bahkan terus tumbuh di tengah terpaan krisis,” tutur Ahmad Hidayat.
Sementara itu, Plt Gubernur Nova Iriansyah mengatakan sistem perekonomian Syariah atau ekonomi Islam sebagaimana yang diterapkan di beberapa perbankan baik di Indonesia mau pun di Aceh, dinilai sangat adil dan bijaksana serta mampu memberi keuntungan bagi para pihak.
Hal tersebut, lanjut dia, dikarenakan sistem ekonomi syariah lebih menekankan pada pemerataan distribusi pendapatan dan etika.
“Masalah etika merupakan hal yang paling ditekankan dalam sistem ini, sebab sistem syariah berlandaskan kepada Alquran dan hadits,” kata Nova.
Pemerintah Aceh, kata Nova juga telah memulai penerapan sistem perekonomian syariah yang dimulai dengan proses konversi PT Bank Aceh dari perbankan konvensional menjadi perbankan Syariah. Konversi itu merupakan yang pertama dilakukan sebuah bank umum di Indonesia.
Setelah dua tahun konversi itu berjalan, kata Nova, perkembangan Bank Aceh Syariah semakin menggembirakan, karena semua transaksi perbankan antara pihak Bank Aceh dengan masabah dilakukan berdasarkan akad yang sangat transparan.
“Dengan perkembangan yang baik itu, kita berharap Bank Aceh Syariah tidak hanya dapat berkontribusi bagi pembangunan Aceh, tapi siap berperan untuk pembangunan nasional,” kata Nova.
Selanjutnya, Rektor Samsul Rizal juga mengatakan, sistem pengelolaan perbankan secara syariah ini telah berkembang begitu cepat, terutama setelah komunitas muslim di beberapa negara berpenduduk muslim di dunia memperkenalkan sistem ini. (anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 2
  • 3,781
  • 464
  • 4,648,538
  • 1,921,258
  • 6
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip