BMKG Prediksi Potensi Hujan Lampung Masih Rendah

Jurnal Sumatra - 04/08/2018 9:28 AM
BMKG Prediksi Potensi Hujan Lampung Masih Rendah
 - ()
Editor

     Bandarlampung, jurnalsumatra.com – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan prediksi sampai dengan bulan September 2018 potensi hujan masih rendah pada sebagian besar wilayah Provinsi Lampung, kecuali wilayah Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat.
Menurut BMKG, seperti disampaikan dalam rilis tim forecaster on duty Stasiun Meteorologi Raden Intan, di Branti, Sabtu, wilayah Kabupaten Pesisir Barat dan Lampung Barat memang berbeda dengan wilayah lainnya karena memiliki tipe hujan equatorial, sehingga perbedaan antara musim hujan dengan musim kemaraunya tidak terlalu signifikan, berbeda dengan wilayah lainnya yang bertipe hujan monsunal.
Untuk wilayah Kabupaten Lampung Timur bagian selatan dan juga Lampung Selatan bagian selatan potensi hujan diprediksi masih rendah sampai bulan Oktober mendatang.
Karena itu, BMKG mengimbau para petani perlu melakukan rapat koordinasi dengan pihak-pihak yang terkait untuk duduk membahas bagaimana cara mencari solusi lain untuk mengairi lahan lahan mereka agar tetap bisa panen tepat waktu.
Berkaitan banyak informasi beredar mengenai akan terjadi kemarau panjang sampai tahun 2019 mendatang mengatasnamakan BMKG, ditegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar atau hoaks, sehingga masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak perlu khawatir.

BMKG juga mengingatkan prediksi masih akan terjadi gelombang tinggi pada sejumlah perairan di Lampung.
Perbedaan tekanan udara yang besar antara tekanan tinggi di wilayah Australia dan tekanan rendah di sekitar Filipina menyebabkan hempasan angin yang kencang melewati wilayah Lampung mencapai 55 km/jam.
Dampak dari angin kencang ini salah satunya terhadap peningkatan gelombang air laut di wilayah yang dilaluinya, Lampung termasuk salah satu yang cukup signifikan.
Wilayah yang terdampak yaitu perairan barat Lampung potensinya 4-6 meter, Selat Sunda bagian selatan 2,5-4 meter, Selat Sunda bagian utara 1,25-3 meter.
Selain itu, peningkatan aktivitas Ripcurrent atau yang dikenal dengan arus laut yang bergerak ke tengah laut, sehingga bisa menyeret perenang ke tengah laut, sehingga diingatkan bagi yang berencana berlibur ke pantai untuk memperhatikan informasi ini.
Sedangkan untuk kapal-kapal ferry yang digunakan penyeberangan Pelabuhan Bakauheni (Lampung)-Merak (Banten) juga agar memperhatikan potensi gelombang yang bisa mencapai 3 meter, karena akan berbahaya untuk kapal ferry tersebut.
Untuk kapal-kapal nelayan diimbau untuk sementara menunda aktivitas melautnya sampai tanggal 5 Agustus besok karena diprediksi gelombang laut yang sangat tidak bersahabat untuk para nelayan.(anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 3
  • 72
  • 14
  • 4,750,038
  • 1,944,276
  • 20
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip