Bupati Panggil Semua Pemilik IUP Batubara dan Galian C

Jurnal Sumatra - 24/09/2020 9:53 PM
Bupati Panggil Semua Pemilik IUP Batubara dan Galian C
 - ()
Editor

Lahat, jurnalsumatra.com – Pasca aksi demo penutupan akses Jalan Lintas Sumatra (Jalinsum) yang dilakukan emak emak warga Desa Prabumenang Kecamatan Merapi Timur Kabupaten Lahat beberapa waktu lalu, membuat Pemkab Lahat bergerak cepat dengan memanggil semua pemilik IUP Batubara dan pemilik Galian C.

Bupati Lahat Cik Ujang memanggil semua pihak terkait, tujuannya untuk mengkoordinasikan persoalan yang ada, agar unjuk rasa kaum hawa tersebut tidak meluas.

Selain mengumpulkan perwakilan emak emak pada Selasa kemarin, rapat koordinasi bersama seluruh pemegang Izin Usaha Penambangan (IUP) yang ada guna membentuk Asosiasi Transportir Penambangan Batubara (ATPB), dan dalam rapat tidak terlihat atau perwakilan dari pengusaha Galian C.

Hal tersebut diyakini akan mubazir mengingat aktivitas penyumbang debu di Jalinsum tidak hanya berasal dari kendaraan angkutan Batubara melainkan dari mobil Dumk Truk, dan Tronton yang kapasitasnya puluhan kubik bermuatan Galian C yang dikenal bukan hanya menghasilkan debu juga ikut mengotori jalan saat melintas.

Aksi yang dilakukan oleh ibu ibu rumah tangga di Kecamatan Merapi Timur Lahat itu, dinilai Bupati Lahat Cik Ujang bisa berdampak Negatif terhadap Imek Daerah, untuk itu seluruh pengusaha Transportir dan pihak perusahaan dipanggil guna membahas langkah terbaik kedepannya.

“Hanya di Kabupaten Lahat mencuat soal debu. ini apabila dibiarkan Imek Daerah akan tidak baik. Apalagi diera digital saat ini mudah sekali informasi menyebar hingga keluar daerah. Oleh karenanya, demo yang dilakukan emak emak agar tidak terulang lagi, dan tidak menutup kemungkinan hal serupa bisa terjadi didesa lainnya,” ungkap Bupati Lahat dalam pertemuan itu.

Sementara, kepala dinas (Kadishub) Lahat Drs H Sutoko MM menegaskan, dengan dibentuknya ATBP maka akan mempermudah mengatasi permasalah terkait aksi yang ramai terjadi. Sehingga perusahaan dapat mengakomodir desa disekitar IUP agar diperhatikan seeprti polusi dan hal lain yang dipermasalah kan emak-emak khususnya wilayah di Kecamatan Merapi Area.

“Nantinya ATPB lah yang akan memantau terkait penyiraman jalan, pembagian bantuan sosial dan lainnya seperti yang dituntut para pendemo beberapa hari lalu, harus menjadi pemikiran kita semua,” kata Sutoko.

Ia menjelaskan, untuk anggota ATPB berasal dari perwakilan seluruh perusahaan tambang karena pemilik IUP lebih tahu kendala dilapangan dan diharap kan dapat berkoordinasi dengan Pemerintahan Desa (Pemdes) atau masyarakat langsung.

“Pemkab Lahat berharap kedepan permasalahan terkait debu dapat di minimalisir, sehingga apa yang telah terjadi tidak terulang lagi kedepan. Karenanya kerja sama dan kekompakan semua pihak sangat diharapkan agar kedepan dapat berjalan sesuai dengan harapan,” pintak Sutoko.

Terpisah, salah satu peserta Rapat Koordinasi (Rakor) yang enggan disebutkan namanya mengutarakan, jika untuk membentuk forum komunikasi seperti ini, alangkah baiknya Transportir Galian C dan Pengusahanya juga turut dipanggil. Karena, debu dan jalan rusak tidak hanya berasal dari Batubara saja, juga dari aktivitas penambangan Galian C.

“Jangan hanya perusahan tambang Batubara saja yang diakomodir, kalau bisa sekalian pengusaha atau pemilik Galian C turut ambil adil. Karena, kerusakan jalan dan berdebu juga akibat dari aktivitas Galian C, kita kwatirkan kedepan akan muncul persoalan baru,” pesan Sumber ketika dibincangi wartawan, kemarin. (Din)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 2
  • 2,801
  • 47
  • 4,613,892
  • 1,908,784
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip