Bupati Turun Kejalan Aksi Unjuk Rasa Dibubarkan

Jurnal Sumatra - 29/09/2020 9:25 PM
Bupati Turun Kejalan Aksi Unjuk Rasa Dibubarkan
 - ()
Editor

Lahat, jurnalsumatra.com – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh emak emak di Kecamatan Merapi Area baru bisa redam, setelah Bupati Lahat Cik Ujang,(CU). Dilkawal ketat baik Kapolres Lahat maupun Dandim 0405 Lahat serta belasan anggota TNI dan Polri langsung turun kejalan dan menemui para kaun ibu ibu tersebut.

Bertempat dibalai Desa Gunung Kembang Kecamatan Merapi Area, Kabupaten Lahat Bupati Lahat Cik Ujang bersama Dandim 0405 Lahat dan Kapolres Lahat, Kadis DLH, Kadis Perhubungan, Camat, Kades, Kapolsek Merapi, Danramil Merapi Timur untuk mendengarkan tuntutan yang diinginkan masyarakat yang hanya kebagian volusi debu baik Batubara maupun Galian C.

Dalam pertemuan itu, CU berjanji kepada masyarakat dalam waktu dekat akan melakukan pemanggilan terhadap semua pemilik Perusahaan tambang Batubara yang melintas di Jalinsum guna membahas terkait uang konfensasi debu.

“Insya Allah, dalam waktu dekan ini akan saya panggil untuk membahas uang konfensasi debu yang dilintasi oleh kendaraan Batubara, tetap akan kita ajukan sesuai keinginan para ibu ibu yang ada, terutama kendaraan yang melintas termasuk Desa Gunung Kembang, Sirah Pulau Merapi, Manggul, dan Gunung Agung nantinya akan didata melalui dinas terkait,” kata Bupati Lahat Cik Ujang secara lantang, pada Selasa (29/09/2020), ketika menjumpai emak emak.

Namun, dijelaskan Cik Ujang, diharapkan semua masyarakat di Kecamatan Merapi Area agar dapat bersabar. Karena permintakan para ibu ibu tidak dengan begitu cepat dan langsung direalisasikan oleh Peruasahaan yang ada.

“Mengapa, sebab rata rata pemilik atau pimpinan perusahaan terutama Batubara rata rata semuanya ada di Jakarta. Sehingga, kami harapkan para ibu ibu dapat bersabar, nanti pengurus perusahaan yang ada di Lahat mengusulkan ke Jakarta terkait keinginan atau uang konfensasi emak amak,” tambah CU.

Terus terang, terkait masalah debu, menurutnya, sudah selama ini menjadi pemikiran Pemerintah Daerah (Pemkab) Kabupaten Lahat, terutama dalam penanggulangannya. Rencananya, diuraikan CU, pihaknya akan melakukan modifikasi kendaraan khusus sebagai penyedot debu sisepanjang Jalinsum.

“Akan tetapi kita lihat situasinya, bila memungkinkan kenapa tidak. Seperti di Kota Semarang mobilnya akan kita geraknya melakukan penyedotan debu disepanjang jalan yang dilintasi oleh kendaraan Batubara. Intinya, dari tambang tambang yang terlibat akan saya panggil dan rapatkan dengan mereka terkait permintakan ibu ibu dana konfensasi debu, karena semua itu harus memiliki badan hukum yang jelas,” pesan Bupati Lahat.

Kedepan ditegaskan Cik Ujang, akan membentuk asosiasi Batubara, dan Transportir, sehingga, kedepan dapat meminalisir aksi aksi yang dilakukan seperti saat ini oleh emak emak. Perlu diketahui, katanya, akibat dari aksi demo yang digelar oleh ibu ibu bukan hanya warga yang ada dirugikan, juga kendaraan yang bukan mengangkut batubara.

“Oleh sebab itu, saya berharap aksi aksi seperti ini tidak lgi terulang kedepannya. Karena, banyak membuat pihak kerpotan dan berimbas pada kendaraan baik sopir sopir Travel, abang abang pengantar Sayuran, sopir Bis, Angdes dan lainnya, sehingga, memperlambat perjalanan mereka khususnya dari Palembang hendak menuju ke Lahat, begitu juga dari Lahat hendak menuju ke Palembang maupun Prabumulih jelas akan mengalami keterlambatan. Jadi, akibat aksi demo ini, efeknya banyak pihak yang dibuat rugi dan arus jalur lalulintas menjadi macet total,” terangnya.

Maka dari itu, untuk ibu ibu maupun masyarakat Merapi Area dipesankan Cik Ujang, untuk tidak menggelar aksi aksi yang serupa sebab dapat merugikan orang banyak, khususnya bagi para pengguna jalan lainnya. Lebih baik disampaikan dengan cara kekeluargaan ataupun cukup mendatangi Pemkab Lahat untuk dilakukan mediasi kepada Perusahaan yang dimaksud.

“Tidak harus dengan demo, hadapilah dengan cara kepala dingin. Karena tidak ada suatu masalah tidak bisa ada jalan keluarnya pasti adalah. Untuk itu, saya berharap agar kedepan aksi aksi seperti ini dapat dikurangi, sebab merugian bagi pengguna jalan lainnya, mengalami keterlambatan dari aksi demo hari ini. Saya mintak warga bersabar terkait tuntutan konfensasi debu,” pungkasnya. (Din)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 1
  • 1,010
  • 228
  • 4,741,652
  • 1,942,199
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip