DPRD Sumsel : Mekanisme PPDB Jalur Mandiri

Palembang, jurnalsumatra.com – Mememasuki tahun ajaran baru SMA dan SMK dalam wilayah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) , pimpinan dan anggota Komisi V DPRD Provinsi  Sumsel menggelar rapat kerja bersama  pihak Dinas Pendidikan (Diknas) Provinsi  Sumsel.

Rapat Kerja tersebut membahas mekanisme Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2020 bagi siswa-siswi SMA dan SMK yang bertempat di Ruang Rapat Komisi V DPRD Provinsi Sumsel, Senin (22/6/2020).

Rapat Kerja dipimpin oleh Wakil Ketua Komisi V DPRD Provinsi Sumsel,  Mgs. H. Syaiful Padli, ST., MM, bersama Anggota Komisi V lainnya yang dihadiri mitra kerja Kepala Dinas Pendidikan Provinsi. Sumsel, Drs H Reza Fahlevi MM., beserta para Pejabat dan Staf.

Komisi V DPRD Sumsel memastikan untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) ditengah pandemi covid-19 ini, proses PPDB dapat berjalan lancar.

“Artinya pada saat test mandiri,  Diknas Sumsel harus memastikan mekanisme siswa yang  yang datang kesekolah itu    tidak melanggar protokol kesehatan covid-19,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli.

 Dan tetap menjaga social distancing dan itu harus di pantau oleh Diknas Sumsel  oleh sekolah-sekolah yang melakukan PPDB yang saat ini tengah berlangsung.

“ Sehingga walaupun dalam proses PPDB protokol pandemi covid-19  tetap dijalankan,” kata Wakil Ketua Komisi V DPRD Sumsel Mgs Syaiful Padli.

Yang terpenting menurut politisi PKS ini, hasil rapat tadi memutuskan zonasi 50 persen sekolah reguler dan 30 untuk  sekolah rujukan, afirmasi : 5 persen , PMPA/prestasi : 10 persen, mutasi orang tua : 5 persen dan jalur tes mandiri : 30 persen.

“ Sekarang yang 30 persen ini akan dijaring dalam test mandiri yang sudah dilakukan pendaftaran dari 18 Juni sampai besok dan untuk test di rencanakan tanggal 24 Juni ,” katanya.(udy)