DPRD Sumsel Pertanyakan Upaya Pemda Selamatkan Cagar Budaya

Jurnal Sumatra - 15/09/2020 3:17 PM
DPRD Sumsel Pertanyakan Upaya Pemda Selamatkan Cagar Budaya
Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Muchendi Mahzareki - ()
Editor

Palembang, jurnalsumatra.com – DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mempertanyakan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel terkait upaya yang telah dilakukan dalam rangka penyelamatan cagar budaya yang ada di Sumsel.

“ Kita akan rapat-rapat dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata  Sumsel , tentu  nanti kita akan pertanyakan  dalam rangka  melindungi cagar budaya yang ada di Sumsel , kita sudah ada beberapa , saya lupa, nanti kita bahas dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dan mana –mana yang menjadi aset cagar budaya di Sumsel  dan itu kita  harus lindungi melalui perda di DPRD Sumsel,” kata Wakil Ketua  DPRD Provinsi Sumatera  Selatan (Sumsel) Muchendi Mahzareki , Selasa (15/9/2020).

Selain itu   menurut politisi Partai Demokrat ini , mengakui pihaknya pernah membahas perda cagar budaya di Sumsel dalam rangka menjaga cagar budaya yang ada di Sumsel.

“Tinggal lagi daerah mana, vagar budaya mana  saat ini yang harus diinventarisir yang mana memang  dianggap cagr budaya dan nantinya dibentuk menjadi perda  sehingga bisa menjaga cagar budaya yang ada di  Sumsel,” katanya.

Selain itu DPRD Sumsel menurutnya, bisa untuk membantu  bersama-sama pihak eksekutif untuk melindungi cagar budaya yang ada di Sumsel dalam bentuk pembuatan perda untuk  masyarakat.

Sebelumnya Sejarawan kota Palembang Kemas Ari Panji menilai, kalau berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya kalau pemerintah daerah belum serius dalam melakukan upaya penyelamatan cagar budaya da sejarah di Sumsel terutama kota Palembang.

“Kalau saya pribadi menilai pemerintah kurang tegas dan setengah hati selalu alasan dana dan lain-lain… Kalah tegas dgn action komunitas pecinta ziarah dan sejarah Palembang yang langsung kerja nyata,” katanya.

Dia berharap, pemerintah daerah terutama Pemkot kota Palembang dan Provinsi Sumsel membuka mata untuk melakukan upaya penyelamatan cagar budaya .

Dan mau bersama rakyat pemerintah menurutnya bisa melakukan upaya penyelamatan cagar budaya dan sejarah di Sumsel dan kota Palembang.

Apalagi katanya hilangnya cagar budaya dan artefak sejarah di Sumsel dan kota Palembang akan menghilangkan jati diri suatu bangsa .

Menurutnya Palembang adalah kota tua yang memiliki sejarah panjang dari zaman Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Palembang, Kesultanan Palembang Darussalam hingga masa kemerdekaan yang harus menjadi prioritas utama pembangunan di Palembang.

“Intinya harus ada kerjasama semua unsur untuk membangun kebudayaan dan kesadaran sejarah, sejarah adalah cermin, sejarah membuat kita bijak “History make Man Wise”,” kata Ari.

Menurut Ari jangan sampai Palembang yang kaya akan peninggalan sejarah menjadi hilang dan lenyap.

Hal senada dikemukakan Mantan Ketua Dewan Kesenian Palembang, Vebri Alintani menurutnya, Palembang perlu peraturan daerah (Perda) untuk payung dalam melindungi, mempromosikan dan menata sejarah Palembang agar dapat bermanfaat bagi kepentingan identitas dan kepariwisataan.

Kedua perlu giat melakukan penelitian dan pengembangan sejarah Palembang yang secara berkesinambungan dikelola dan dibiayai oleh pemerintah

“Ketiga, perlu perguruan tinggi atau paling tidak fakultas sejarah untuk melakukan studi dan pendidikan kesejarahan dan keempat perlu kurikulum sejarah lokal yang diwajibkan bagi setiap sekolah di Palembang,” katanya.

Kelima menurutnya perlu Sumber Daya Manusia (SDM) yang tepat dan kapabel dalam bidang sejarah di Dinas Kebudayaan.

“Perlu diniatkan pula penulisan sejarah Palembang dengan cara dilombakan atau diserahkan pada lembaga atau orang yang tepat. Bukan justru pejabat yang menulis sejarah, padahal dia tidak mengerti. Pemerintah hendaknya menempatkan diri sebaga fasilitator bukan pelaksana kegiatan,” katanya.(udy)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 3
  • 14
  • 5
  • 4,749,980
  • 1,944,267
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip