Gubernur Nurdin Basirun Meminta Pengunjuk Rasa Sopan

Jurnal Sumatra - 19/03/2018 5:15 PM
Gubernur Nurdin Basirun Meminta Pengunjuk Rasa Sopan
 - ()
Editor

     Tanjungpinang, jurnalsumatra.com – Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Barisun meminta pengunjuk rasa yang mengatasnamakan Forum Keprihatinan Masyarakat Kepri (FKMK) untuk bersikap sopan dalam menyampaikan aspirasinya.
“Ini tanah melayu, sampaikanlah aspirasi secara santun,” kata Gubernur saat menerima masyarakat yang memprotes kepemimpinannya di Tanjungpinang, Senin.
Wajah Gubernur Nurdin sempat memerah saat massa menyampaikan kalimat yang tidak sopan. Namun ia tampak berusaha tenang di hadapan sekitar 200 orang pengunjuk rassa yang duduk dan berdiri di aula Pemprov Kepri.
Nurdin tidak menanggapi kalimat negatif, yang disampaikan Andi Arif Rate, dengan nada tinggi. Ia hanya minta massa menyampaikan aspirasi dengan cara yang santun.
Nurdin mengatakan, sebagian aspirasi yang disampaikan secara tertulis bersifat normatif, karena itu akan dipenuhi. Tuntutan massa itu untuk kebaikan pemerintahan, yang memang masih dalam proses pelaksanaan.
“Saya belum 2,5 tahun bekerja maksimal karena harus fokus mengerjakan yang lain. Saya baru setengah tahun ini mulai melaksanakan ide-ide saya. Kita lihat dan nikmati bersama hasilnya mulai tahun ini,” kata Nurdin mengklarifikasi protes dalam ruangan yang menyatakan “Nurdin cuci piring”.

     Nurdin menegaskan, seluruh aktivitas pemerintahan wajib dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku. Berbagai permasalahan di Kepri diupayakan diselesaikan dengan tidak menambah permasalahan baru.
“Kami ingin Kepri bagus. Segala kekurangan, sama-sama dibenahi. Kami ingin Tanjungpinang sebagai ibu kota Kepri yang maju,” katanya.
Massa yang mendengar meminta Nurdin berhenti berbicara. Nurdin diminta mendengar aspirasi massa FKMK, kemudian menanggapinya. Nurdin yang semula berdiri menjelaskan apa yang dilakukan Pemerintah Kepri pun berhenti berbicara.
Andi Arif Rate, yang tampak emosi di dalam ruangan itu, semasa Pilkada Kepri 2015 merupakan salah seorang pendukung HM Sani-Nurdin Basirun (SANUR). Ia juga memimpin aksi unjuk rasa membela pemerintahan Nurdin saat ratusan massa mendemo Nurdin.
“Saya merasa kecewa karena pemerintahan yang dipimpin Nurdin tidak melaksanakan amanah yang diberikan rakyat. Saya, dan kami mantan pendukung SANUR tidak menuntut apa-apa dari Nurdin kecuali perbaikan pemerintahan seperti yang diamanahkan rakyat,” ujarnya, yang akrab disapa Iif.
Iif menuding Nurdin “dipermainkan” dua anak buahnya yakni Sekda Kepri Tengku Said Arif Fadillah dan Asisten I Pemprov Kepri, Hasbi. Pemerintahan Kepri diduga dikendalikan oleh Hasbi dan Arif Fadillah.
“Tidak usah banyak bicara, kerja baik-baik saja. Pecat mereka, ganti mereka agar pemerintahan berjalan normal,” kata Iif.
Selain Iif, sejumlah pembicara FKMK seperti Ratna, Andi Cori Fatahudin dan Chaidar Rahmat juga mengatakan hal yang sama agar Nurdin tidak menempatkan pejabat yang tidak memiliki kemampuan dalam melaksanakan tugas.(anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 3
  • 2,000
  • 416
  • 4,580,697
  • 1,904,627
  • 12
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip