Hari Indonesia-Mesir Dimeriahkan Pencak Silat Dan Kesenian

Jurnal Sumatra - 21/07/2018 8:44 AM
Hari Indonesia-Mesir Dimeriahkan Pencak Silat Dan Kesenian
 - ()
Editor

    Jakarta, jurnalsumatra.com – Perayaan Hari Indonesia-Mesir yang berlangsung di Aula Perpustakaan Zagazik, Provinsi Sharkia, Mesir dimeriahkan peragaan pencak silat dan pagelaran tari tradisional yang berhasil memukau publik di negara tersebut.
Hari perayaan ini merupakan hasil kerja sama KBRI Kairo dengan Pemerintah Provinsi Sharkia.
“Acara ini merupakan momentum untuk langsung memasarkan produk Indonesia sekaligus juga kesempatan bertemu dengan pembeli potensial,” ujar Dubes Helmy melalui keterangan resmi yang diterima Antara di Jakarta, Jumat malam.
Di sela-sela kegiatan, Dubes Helmy menjelaskan acara ini merupakan bentuk nyata promosi sektor budaya dan perdagangan Indonesia. Sebab, selain pementasan kesenian, produk kerajinan RI bisa dipamerkan dan dipasarkan dalam kegiatan ini.
Turut hadir dalam acara ini antara lain Gubernur Sharkia Mayjen Khalid Said dan Direktur Perpustakaan Umum Mesir, Dubes Ridha Ath-Thaifi, serta turut mendampingi Dubes Helmy antara lain Atase Perdagangan Burman Rahman dan Atase Pendidikan dan Kebudayaan Usman Syihab.
Lebih lanjut, Dubes Helmy mengapresiasi hubungan kerja sama antara Indonesia dan Mesir yang tidak hanya berjalan di tingkat pemerintah pusat, namun hingga tingkat pemerintah daerah.
“Apalagi kerja sama RI-Mesir sudah berlangsung lebih dari dua ratus tahun, jauh sebelum Indonesia merdeka.  Dalam kurun waktu tersebut Indonesia mengirimkan putra-putri terbaiknya studi ke Universitas Al Azhar. Dan saya yakin kerja sama ini semakin hari akan bertambah kuat,” kata optimistis.
Kegiatan seperti ini merupakan salah satu program yang gencar dilakukan KBRI Kairo yang bekerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah di Mesir.

Atase Pendidikan dan Kebudayaan Usman Syihab menyampaikan, Provinsi Sharkia merupakan provinsi ke-lima dalam rangka misi kebudayaan di Mesir. Misi kegiatan ini adalah menyebarkan dan mengenalkan seni budaya Indonesia untuk masyarakat luas di Mesir.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari diplomasi lunak kita dan dalam rangka ikut mengambil bagian dalam menciptakan dan mengembangkan ekosistem budaya global yang lebih terbuka, ramah, aman, berkemanusiaan dan berkeadilan,” tandas Usman.
Sementara itu, Gubernur Sharkia Mayjen Khalid Said menjelaskan, kegiatan pentas seni dan pameran ini menunjukkan kuatnya huhungan kedua negara. Dirinya berharap acara ini menjadi awal kerja sama antara Indonesia dan Provinsi Sharkia.
“Ke depan hubungan tersebut harus terus dikembangkan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan, ekonomi dan investasi,” kata Khalid mengusulkan.
Dalam kegiatan ini, sejumlah budaya lokal kedua negara ikut dipentaskan.
Khusus dari Indonesia, kesenian yang ditampilkan antara lain tari ondel-ondel, tari piring, tari dara juanti dan tari batin kemuning.
Untuk diketahui, Zagazig adalah ibukota Provinsi Sharkia, kota bagian Timur delta Sungai Nil yang berjarak 115 km dari kota Kairo.
Kota yang dihuni 319.707 penduduk ini merupakan salah satu kawasan delta yang sangat subur serta sebagai penghasil gandum terbesar di Mesir.(anjas)

Tinggalkan Komentar

Anda harus login untuk ber-komentar.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 2
  • 131
  • 29
  • 4,750,097
  • 1,944,291
  • 4
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip