Inovasi Patratura Atasi Pengelolaan Sampah Perkotaan

Palembang  jurnalsumatra.com – Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (P2KL) Kementerian Lingkungan Hidup  MR Karliansyah menyatakan inovasi Patratura dapat menjawab masalah pengelolaan dan pengolahan sampah di perkotaan.

Hal tersebut disampaikan Karliansyah saat kegiatan sarasehan “Patratura Sampah Kito Beguno Galo” yang dilaksanakan Pertamina Refinery Unit III di Dusun Srinanti, Sei Gerong, Banyuasin 1, Sumatera Selatan, Selasa.

Menurut dia, Patratura memiliki tiga kekuatan utama, pertama program pengelolaan dan pengolahan sampah ini terintegrasi dengan baik, kedua, inovasinya sederhana dan dapat diaplikasikan dengan mudah, dan ketiga, sistem jaminan sosialnya menyasar kepada kebutuhan pokok para nasabah.

Ia mengatakan, bahwa inovasi Patratura ini dapat diaplikasikan tidak hanya di lingkungan operasional RU III. Inovasi ini sederhana sehingga mendorong nasabahnya untuk semangat dalam berpartisipasi, ujarnya.

Bank sampah berbasis jaminan sosial Patratura merupakan program Corporate Social Responsibility (CSR) inisiatif RU III terhadap masalah sampah di Kota Palembang yang mencapai 600-700 ton perharinya.

Patratura hadir untuk mengelola dan mengolah sampah organik, anorganik, maupun sampah eceng gondok menjadi barang yang berguna dan bermanfaat sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan rakyat melalui sistem reimburse jaminan sosial.

“Hingga hari ini, sampah anorganik yang sudah disetor oleh nasabah Patratura sudah mencapai empat ton. Selain itu, hasil olahan inovasi Patrakomposter saat ini juga sudah menghasilkan 500 kilogram pupuk organik padat yang siap panen,” kata General Manager RU III, Djoko Priyono.

Pada kesempatan itu, Pertamina juga memberikan pupuk organik 7,5 ton kepada Pemerintah Kota Palembang yang diterima oleh Kepala Bidang Perumahan Rakyat dan Permukiman Kota Palembang, Erwani Matdehi untuk pemupukan taman kota.

Ke depan tidak tertutup kemungkinan kerajinan dari eceng gondok dan sampah anorganik dikembangkan untuk cinderamata saat pelaksanaan Asian Games 2018, ujar Djoko.
Saat ini Patratura sudah mulai dikembangkan dan direplikasi penggunaannya di Kota Palembang.

Salah satunya adalah dengan mulai terjalinnya kerja sama RU III dengan Camat Ilir Timur I dan Direktur Utama PD Pasar Jaya yang sempat berkunjung untuk mendiskusikan lebih lanjut Patratura.(anjas)

Leave a Reply