Irjen Kemdikbud Tinjau Pelaksanaan UN Di Jakarta

     Jakarta, jurnalsumatra.com – Inspektur Jenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud)  Daryanto melakukan peninjauan pelaksanaan Ujian Nasional (UN) untuk tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta, Senin.
Lokasi pertama peninjauan dilakukan di SMAN 45 Jakarta Utara yang diikuti 285 siswa kemudian dilanjutkan di SMA PGRI 12 Jakarta Utara yang diikuti 26 siswa dan SMA Pangudi Luhur Jakarta Selatan yang diikuti 78 siswa.
“Sejauh ini pelaksanaan UNBK di sejumlah sekolah yang kami kunjungi berjalan lancar. Tadi di SMAN 45 Jakarta ada siswa yang sakit dan ditungguin orang tuanya. Intinya kita perlu intervensi agar semua siswa dapat mengikuti ujian dengan baik,” ujar Daryanto.
Daryanto menjelaskan pelaksanaan UNBK pada tahun keempat ini berjalan lancar dan sesuai dengan prosedur yang disepakati bersama.
“Ini tahun keempat dan diharapkan akan menjadi rujukan pada tahun berikutnya.”
Daryanto juga berharap pelaksanaan UNBK pada tahun berikutnya akan semakin banyak. Apalagi dia menilai pelaksanaan UN untuk tingkat SMK pada pekan lalu berlangsung lancar dan minim pengaduan.

     Sebanyak 1.983.568 siswa SMA/MA di Tanah Air mengikuti UN yang diselenggarakan pada 9 April hingga 12 April 2018. Dari jumlah peserta tersebut, sebanyak 1.812.565 peserta didik mengikuti UNBK yang berasal dari 18.353 satuan pendidikan atau 91 persen. Sisanya sebanyak 171.003 UN berbasis kertas pensil atau UNKP.
Pada jenjang SMA, provinsi yang menyelenggarakan 100 persen UNBK diantaranya Aceh, Banten, Bangka Belitung, DI Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat,Jawa Timur, Gorontalo, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Lampung, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Nusa Tenggara Barat.
Beberapa pokok perbedaan pelaksanaan UN 2018 dengan tahun sebelumnya di antaranya adalah soal isian singkat yang terdapat pada mata pelajaran matematika jenjang SMA atau sederajat.
Kemudian, sertifikat hasil ujian nasional (SHUN) menggunakan tanda tangan digital, dan biaya untuk proktor dan pengawas ujian di satuan pendidikan menggunakan anggaran yang dibebankan pada dana bantuan operasional sekolah (BOS).(anjas)

Leave a Reply