Kasus COVID-19 di NTB bertambah jadi 1.571 orang

Mataram, jurnalsumatra.com – Jumlah kasus COVID-19 di Nusa Tenggara Barat masih terus bertambah dan kini sudah menjadi 1.571 orang setelah terdapat penambahan 23 kasus baru positif pada Minggu (12/7).

  “Terdapat tambahan 23 kasus baru terkonfirmasi positif, 22 tambahan sembuh baru, dan satu kasus kematian baru, maka jumlah pasien positif COVID-19 di NTB menjadi sebanyak 1.571 orang, dengan perincian 989 orang sudah sembuh, 81 meninggal dunia, serta 501 orang masih positif dan saat ini dalam keadaan baik,” kata Ketua Pelaksana Harian Tim Gugus Tugas COVID-19 Provinsi NTB, HL Gita Ariadi di Mataram.

  Ia menyebutkan, dari 10 kabupaten kota di NTB, jumlah kasus terbanyak berada di Kota Mataram sebanyak 704 kasus dengan 391 orang dinyatakan sembuh, 266 orang masih positif dan 47 orang meninggal dunia. Disusul, Kabupaten Lombok Barat sebanyak 356 kasus dengan 205 sembuh, 128 masih positif dan 23 orang meninggal dunia. Kabupaten Lombok Tengah sebanyak 121 kasus, 97 orang sembuh, 20 orang masih positif, dan 4 orang meninggal.

  Kemudian, Lombok Utara 51 kasus, 45 orang sembuh, 4 masih positif dan 2 orang meninggal. Lombok Timur 150 kasus, 107 orang sembuh, 41 orang masih positif, 2 orang meninggal. Sumbawa Barat 14 kasus, 12 sembuh, 1 orang masih positif dan 1 orang meninggal. Kabupaten Sumbawa 46 kasus, 39 sembuh, 6 masih positif dan 1 orang meninggal. Dompu 44 kasus, 43 sembuh, dan 1 orang meninggal. Kabupaten Bima 28 kasus, 25 orang sembuh, masih positif 3 orang dan tidak ada meninggal dunia. Kota Bima 11 kasus, sembuh 6 orang, masih positif 5 orang dan tidak ada meninggal dunia.

  “Selanjutnya terdapat 3 kasus merupakan warga negara asing dan saat ini masih dirawat. Disamping terdapat juga warga luar provinsi dengan 43 kasus, sembuh 19 orang dan masih positif 24 orang dan tidak ada meninggal dunia,” ujarnya.

  Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB ini, menyatakan untuk mencegah penularan dan deteksi dini penularan COVID-19, petugas kesehatan tetap melakukan
  ‘contact tracing’ terhadap semua orang yang pernah kontak dengan yang terkonfirmasi positif. Bahkan, pihaknya telah menginstruksikan seluruh petugas kesehatan di kabupaten/kota melakukan identifikasi epicentrum penularan setempat sehingga dilakukan tindakan pencegahan dan pengendalian penyebaran virus COVID-19.

  Sementara itu, terhadap angka pasien positif COVID-19 di Kota Mataram dan Lombok Barat yang masih terus bertambah, pihaknya mengajak dan mengimbau seluruh masyarakat agar waspada dan tetap disiplin mengikuti protokol pencegahan COVID-19. Sebab, akibat COVID-19 di NTB telah menyebabkan 81 orang meninggal dunia.

  Korban meninggal tersebut terdiri dari 47 orang di Kota Mataram, 23 orang di Kabupaten Lombok Barat, 4 orang di Kabupaten Lombok Tengah, 2 orang di Kabupaten Lombok Timur dan 2 orang di Kabupaten Lombok Utara. Selain itu, pasien meninggal juga terjadi di Kabupaten Dompu, Sumbawa Barat, dan Kabupaten Sumbawa masing-masing satu orang meninggal.

  Untuk menghindari jatuhnya korban dan penularan lebih luas, maka tidak ada cara lain yang patut dilakukan bersama, kecuali tetap patuh mengikuti tatanan baru atau pola hidup baru dalam seluruh kegiatan sosial ekonomi kemasyarakatan.

  Sebelumnya, Wakil Gubernur NTB, Hj Sitti Rohmi Djalilah meminta Pemerintah Kota Mataram lebih serius menangani penyebaran COVID-19 karena seluruh kecamatan di Ibu Kota Provinsi NTB itu masih dalam zona merah virus corona.

  “Kita mohon keseriusan Pemerintah Kota Mataram untuk betul-betul menangani pendisiplinan masyarakat ini dengan baik, melakukan traking dan test masif. Semakin banyak yang terjaring, maka semakin banyak yang bisa kita lindungi,” kata Wagub.(anjas)