Kinerja Dinkes dan BPBD Diduga Tak Maksimal

Jurnal Sumatra - 24/09/2020 9:55 PM
Kinerja Dinkes dan BPBD Diduga Tak Maksimal
 - ()
Editor

Lahat, jurnalsumatra.com – Keseriusan kinerja dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Lahat dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lahat, diduga tidak maksimal dan punya keseriusan. Hal ini dibuktikan, dengan terus meningkatnya pasien yang terdampak covid-19.

Sementara, dana yang awalnya telah dikumpulkan sebesar Rp.23,5 Milyar, melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Kabupaten Lahat yang dikelola langsung Dinas BPBD Lahat terkesan tak ada azas manfaatnya.

Dibuktikan dengan tak kunjung keluar dari Status Zona Merah dalam penyebaran virus covid 19, jangka waktu yang cukup lama membuat masyarakat kian resah dengan terus meningkatnya pasien terdampak covid-19 di Kabupaten Lahat.

Untuk itu, masyarakat Lahat memintak kepada kepala daerah dalam hal ini Bupati Lahat, agar dapat mengevaluasi para Pejabat yang ada, atau dengan kata lain menggeser maupun mengganti mereka mereka yang duduk di Dinas BPBD dan Dinkes Lahat sebagai corong utama penanggulangan virus membahayakan ini.

Sebab, saat ini status di Kabupaten Lahat nomor dua di Sumatera Selatan (Sumsel) dengan resiko tinggi dari penyebaran virus corona atau covid 19.

Ariman (37) salah satu warga Lahat menjelaskan, sangat berterima kasih dan mengapresiasi atas perhatian Pemkab Lahat guna menghidarkan masyarakat dari serangan virus corona. Namun, upaya lebih nyata seperti Rapid test masal atau Swab tes kiranya dapat diupayakan agar dapat mengetahui secara detail kondisi kesehatan warga terurama dipusat pusat keramaian.

“Inikan tugas Dinkes dan BPBD Lahat untuk melakukan Rapid tes masal, karena kalau hanya bagi bagi masker dan sosialisasi lewat mobil keliling seperti yang dilakukan Dinkes rasanya kurang Optimal.

Hal senada juga disampaikan Bung Elan setidaknya, dari peningkatan status Lahat Zona Merah baik Dinas BPBD maupun Dinkes Lahat yang menjadi corong utama Pemkab Lahat harusnya bekerja lebih maksimal.

“Untuk apa dana puluhan milyar, dikucurkan melalui dana Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) II Lahat dengan memotong dana dinas yang ada, apabila kinerja kedua dinas tersebut, tidak maksimal. Kami harap penyebaran covid 19 di Kabulaten Lahat dapat diminalisir sedini mungkin, supaya kegelisaan warga Lahat dapat diatasi. Kami juga mintak kepada Bupati Lahat dapat mengevaliasi para Pejabat yang ada,” pintak Bung Elan yang biasa orasi sitengah tengah pendemo.

Srmentara, juru bicara (Jubir) covid 19 Taufik M Putra menyampaikan, dari hasil status Update yang dikeluarkan Jubir pada hari Kamis (24/09/2020), tercatat Suspek ODP + PDP berjumlah 210 orang, proses 9 orang. Sedangkan kontak erat berjumlah 971 orang, dan proses 241 orang.

Lalu disusul, kata Taufik, Probable sebanyak 10 orang, terkonfirmasi jumlah 99 orang, meninggal 11 orang, sembuh 70 orang dan dalam proses atau pengawasan ada berjumlah 18 orang.

“Maka dari itu, kami himbau agar masyarakat selalu mematuhi Prokes dengan rajin memakai masker dan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan memakai sabun, agar dapat membantu memutuskan mata rantai penyebaran covid 19 yang ada,” ungkap Taufik M Putra. (Din)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.

PENGUNJUNG

  • 9
  • 18,498
  • 8,786
  • 4,629,589
  • 1,917,523
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip