Masa Tutup Jalinsum Gunakan Pance

Jurnal Sumatra - 29/09/2020 9:22 PM
Masa Tutup Jalinsum Gunakan Pance
 - ()
Editor

Lahat, jurnalsumatra.com – Ribuan kendaraan yang hendak melintas dijalur Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) sejak Senin malam (28/09/2020) sekitar pukul 19.30 WIB, hingga pagi tadi Selasa (29/09/2020)  sekitar pukul 10.30 WIB kemacetan masih terus terurai. kendaraan baru bisa melanjutkan perjalanan sekitar jam 13.20 WIB setelah sejumlah pendemo ditemui Bupati Lahat.

Macet total jalan lintas sumatera (Jalinsum) itu, dikarena aksi demo yang digelar oleh emak emak di Desa Gunung Kembang dan sekitarnya Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat.

Aksi emak emak itu, melakukan penghadangan di Jalinsum dengan cara meletakkan Pance dan diduduki ditengah tengah jalan. Mengakibatkan, puluhan kilometer kendaraan baik hendak menuju ke Lahat maupun kendaraan menuju ke Muara Enim, terutama mobil Bis, Engkel, Angdes, dan Dumk Truk, maupun Tronton.

Pantauan dilapangan, ratusan hingga ribuan kendaraan roda empat menggular disepanjang jalan lintas sumatera (Jalinsum) di Kecamatan Merapi Area Kabupaten Lahat. para kaum hawa tersebut, meletakkan bangku lebar (Pance-red) ditengah Jalinsum agar semua kendaraan yang hendak melintas tidak bisa lewat lagi.

Sumarni (39) warga Desa Kecamatan Merapi Area dibincangi mengaku, aksi demo yang mereka gelar sebagai bentuk protes terhadap pihak Perusahaan yang beraktifitas di Merapi Area, karena, selama ini, bisa dibilang masih kurang caranya terhadap masyarakat yang ada, khususnya dilokasi penggepokan Batubara terutama terkait debu.

“Jadi, kami masyarakat yang ada di Kecamatan Merapi Area dapat debu saja. Sedangkan pihak Pemerintahan Daerah (Pemkab) Lahat mendapat rupiahnya. Perhatian dari perusahaanpun terbilang kurang,” ujar Sumarni pada Selasa (29/09/2020).

Usaha yang dilakukan ini, diakuinya, tidak akan berhenti sebelum pihak perusahaan mensetujui permintakan masyarakat Merapi Area, khususnya warga Desa Gunung Kembang dan sekitarnya.

“Sudah cukup lama penderitaan yang kami rasakan Polusi Debu baik dari Batubara maupun Galian C yang lalu lalang melintas di Desa Gunung Kembang. Ini saatnya kaum emak emak membrontak dan menyampaikan aspirasi kami selaku masyarakat kecil,” tukasnya.

Sementara, Purdiansyah (42) salah satu sopir Travel dibincangi mengaku, sudah cukup kesal menunggu kapan akan usainya aksi demo yang digelar para kaum ibu ibu tersebut. Selain, sudah terlambat waktu untuk pengantaran barang juga penumpang yang ada, telah kesal menunggu waktu yang cukup lama.

“Nak diapoi lagi. Terlambat iyo, penumpang kesal dan marah jugo iyo. Sudah tinggal nunggu bae dan bersabar. karena, kami terjebak macet sejak subuh tadi. Hingga, siang ini tak kunjung bejalan mobil mobil yang ada,” ujar Purdiansyah.

Menurutnya, kemacetan yang sudah berlangsung sejak Senin malam ini, belum akan berhenti apabila kepala daerah lambat mengambil tindakan. Sebab, dari aksi emak emak yang ada, bukan hanya menghambat perjalanan mobil Travel saja, termasuk mobil yang membawa sayur mayur yang hendak dikrim ke Kabupaten Muara Enim hingga Provinsi Palembang.

“Pasti rusak kalau untuk mobil sayuran. Karena, dari semalam mobil yang ada ini tidak bisa bejalan alias maju kena, mundurpun kena. Tolonglah pak Bupati dicarikan solusinya agar aksi demo ini dapat usai dan kendaraan bisa kembali melanjutkan perjalanannya,” pintanya.

Dilapangan terlihat puluhan anggota baik TNI maupun Polri melakukan pengamanan Jalinsum dan mengatur kendaraan yang terjebak macet agar dapat tetap tenang dan bersabar menunggu aksi usai dilakukan oleh emak emak di Kecamatan Merapi Area, Kabupaten Lahat. (Din)

Komentar telah ditutup.

Untitled Document
HUBUNGI KAMI
  • E-Mail: jurnalsumatra@yahoo.co.id

SERTIFIKASI DEWAN PERS

Dilarang mengutip isi berita dan karya jurnalistik dari portal jurnalsumatra.com tanpa izin resmi dari management dan redaksi.


PENGUNJUNG

  • 1
  • 987
  • 227
  • 4,741,629
  • 1,942,198
  • 0
  • 17

RUANG IKLAN

 

 

Arsip